Satika Simamora: Kunci Keberhasilan Berwirausaha Itu Adalah Kerja Keras, Jujur dan Harus Capek!

Taput, 1/9 (Batakpost.com)- Satika Simamora tak henti-henti memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat Tapanuli Utara (Taput) untuk tidak mudah putus asa dalam mengerjakan atau menekuni berbagai kegiatan dan usaha.

Motivasi dan semangat itu selalu disampaikan Satika baik itu sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, Bunda PAUD, maupun jabatan lain yang diembannya. Dengan harapan, agar masyarakat tetap optimis dan bertumbuh dalam bidang masing-masing.

Semangat itu jugalah yang ditaburkannya kepada 30 peserta pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang berasal dari Kecamatan Siatas Barita dan Pahae Julu, yang mengikuti Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha yang dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian RI, di Bhinneka Café dan Resto, Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (30/8/2022).

BACA JUGA: Danrem 023/KS Didampingi Bupati Resmikan Jembatan Gantung di Taput

Satika Simamora selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapanuli Utara yang didaulat sebagai Narasumber dalam kegiatan itu, mengajak para pelaku IKM untuk menerapkan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam melaksanakan kegiatan berusaha.

“Pola pikir berkembang itu adalah, keyakinan bahwa kemampuan dasar yang dimiliki dapat ditingkatkan melalui dedikasi dan kerja keras,” jelasnya.

Untuk itulah kata dia, sesama pengrajin harus kompak dan terus belajar mengasah kemampuan baik itu melalui sesama pengrajin, melalui pelatihan/mentor, bahkan melalui media sosial.

“Untuk menerapkan pola pikir yang berkembang ini dibutuhkan kerja keras dan harus capek, tetapi itu adalah kunci keberhasilan dalam berwirausaha,” kata Satika menyemangati.

Selain kerja keras, para pelaku IKM juga harus kompak dan berkolaborasi dengan penjahit, desainer, dan jenis profesi lainnya untuk mengurangi ketergantungan pada toke (majikan), sehingga harga produk lebih baik, pesan Satika.

Ketua Dekranasda Taput ini juga menyoroti harga standar dari produk-produk IKM Taput yang tidak sama. Misalnya, tenun ulos jenis Bintang Maratur yang harganya berbeda-beda.

“Seharusnya harga produk IKM itu harus sama, sehingga pembeli tidak merasa dirugikan. Untuk itu saya sarankan, agar dibedakan kategori kualitas IKM yang rendah dan yang kualitas tinggi supaya ada pilihan harga, sehingga pembeli tidak takut membeli produk-produk kita,” imbaunya.

BACA JUGA: Bakhtiar Sibarani Sah Sandang Gelar Sarjana Hukum Usai Selesaikan Sidang Skripsi di UMSU dengan Nilai A

Dan yang tak kalah pentingnya sambung Satika, jangan sekali-sekali berbohong kepada pelanggan.

Dalam kesempatan itu perwakilan peserta pelatihan menyampaikan apresiasi atas keseriusan Ketua Dekranasda Taput dalam mempromosikan dan mendukung IKM di Tapanuli Utara.

“Terima kasih Bunda atas dukungan kepada kami pelaku IKM, Bunda selalu mengenakan pakaian motif ulos, mempromosikan produk kami melalui pameran bahkan menampilkannya di acara Fashion Week. Kami berdoa supaya pemimpin Taput di masa yang akan datang memiliki kepedulian terhadap budaya dan IKM seperti Bunda,” ucap Simorangkir.

Di kesempatan itu juga, Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Satika Simamora membeli produk tenun Ulos peserta pelatihan untuk kemudian diolah menjadi pakaian “ready to wear” (pakaian jadi) seperti kemeja, dress maupun jaket.

Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha yang akan berlangsung selama lima hari itu dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Tapanuli Utara, Gibson Siregar dan Nazliana (pelaku kuliner), Bagaz (CEO Nazwa Bakery) dan OK Guntur Alamsyah (Public Speaker) selaku narasumber. (ril/jas)