Berita UtamaBudaya

Pj Bupati Tapteng Jadi Narsum Diskusi Keberadaan Situs Bongal Bersama BRIN

180
×

Pj Bupati Tapteng Jadi Narsum Diskusi Keberadaan Situs Bongal Bersama BRIN

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Tapteng Dr Elfin Elyas, M.Si bersama dengan Dr Herry Jogaswara, M.A selaku Kepala Organisasi Risert dari BRIN saat menjadi narasumber dalam diskusi terkait keberadaan Situs Bongal dan Museum Bongal, Jumat (12/5/2023) di Museum Bongal di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanul Tengah. (Batakpost.com/Jasgul)
Example 300x600

Tapteng, 13/5 (Batakpost.com)- Pj Bupati Tapanuli Tengah Dr Elfin Elyas, M.Si tampil sebagai Narasumber (Narsum) ada diskusi keberadaan Situs Bongal yang berada di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah yang hari ini Museumnya akan diresmikan.

Diskusi yang digelar secara daring dan luring itu dilangsungkan di Museum Fansuri Bongal, Jumat (12/5/2023) sore.

Dalam paparannya Pj Bupati sangat menyambut baik akan keberadaa Museum Fansuri Bongal. Kehadiran Museum itu sebagai bukti bahwa keberadaan Situs Bongal semakin diketahui masyarakat luas bahkan dunia karena Museumnya sudah berdiri yang dibangun oleh Sultanate Institute.

Terkait bagaimana kelanjutan Situs ini, Elfin menegaskan bahwa dibutuhkan kerja sama lintas sektoral, dan dari sektor Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkab Tapanuli Tengah, akan melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang keberadaan Situs Bongal, dengan tujuan, siapapun nanti yang menjadi Bupati di Tapanuli Tengah, maka keberlanjutan pengelolaan situs tersebut tetap berlangsung.

Dengan adanya Perda tersebut kata Elfin, maka ada aturan termasuk anggaran untuk pengelolaan Situs Bongal. Namun dukungan pengembangan Situs tersebut tidak cukup hanya anggaran yang dari Pemerintah Daerah, karena anggaran di daerah sifatnya terbatas.

“Kita sangat mengharapkan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mengucurkan anggaran untuk kelangsungan situs yang luar biasa ini,” ujarnya.

Selain itu juga sambung Pj Bupati, Situs Bongal harus bisa nantinya menjadi Cagar Budaya. Tentu untuk menuju ke sana dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari masing-masing stakeholder, baik itu dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, dari Sultanate Institute, dari Balai Pelestarian Budaya dan pihak lainnya.

Ke depan keberadaan Museum dan Situs Bongal ini sebut Elfin akan menjadi eko wisata yang akan dipadukan dengan wisata pantai, karena saat ini juga sedang dikembangkan penanaman mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah. Hal ini kata Elfin akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Dr Herry Jogaswara, M.A selaku Kepala Organisasi Risert dari BRIN dalam pertemuan itu menitipkan dua situs yang luar biasa yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yaitu Situs Bongal dan Situs Barus. Di mana kedua Situs ini sudah sering diteliti berkaitan dengan sejarah dunia dan juga agama.

Disebutkannya, BRIN sangat mendukung para peniliti melakukan riset dalam berbagai bidang. Karena di BRIN ada berbagai pusat penelitian yang anggarannya tersedia. Tentu untuk mendapatkan anggaran itu harus kompetitif, karena banyak yang mengusulkan proposal penelitian.

“Situs Bongal ini dan Situs Barus memiliki potensi yang sangat besar dan risertnya sudah dilakukan oleh teman-teman dari Balai Risert, dari Sultan Institute. Artinya dibutuhkan kolaborasi dalam melakukan suatu risert itu. Kita berharap para peniliti yang lain juga bisa bergabung, karena banyak hal yang dapat diteliti di kedua situs ini,” ujarnya.

Herry juga mengaku senang dan bangga atas sikap dan dukungan dari Pj Bupati Tapanuli Tengah Elfin Elyas. Di mana dukungan dari Pemerintah Daerah sangat menentukan untuk kelanjutan Situs Bongal dan Barus.

Baca juga Situs…