Toba

Pemuda yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Tewas setelah Tiga Hari Pencarian

140
×

Pemuda yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Tewas setelah Tiga Hari Pencarian

Sebarkan artikel ini
Pemuda yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Tewas setelah Tiga Hari Pencarian
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Toba, 8/6 (Batakpost.com) – Pencarian terhadap Anju Rahjumi Pasaribu (23), seorang pemuda yang hanyut di Sungai Asahan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, akhirnya membuahkan hasil setelah tiga hari dilakukan. Jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (8/6/2023) pukul 09.00 WIB.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiono, mengungkapkan bahwa jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal korban hanyut. Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba Ajibata Parapat, yang merupakan koordinator tim, menjelaskan bahwa korban terjebak di antara bebatuan di dalam aliran sungai Asahan dengan posisi mengambang.

“Setelah jasad korban berhasil ditemukan, Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba langsung menariknya ke atas untuk dilakukan evakuasi,” jelasnya.

Setelah evakuasi, tim Basarnas Pos SAR Danau Toba dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba melakukan serah terima jasad korban kepada pihak kepolisian di Pos Sungai Asahan Desa Siantar Utara, Kecamatan Parmaksian. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD Porsea untuk dilakukan visum.

“Setelah itu, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman,” tambahnya.

Kanit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Porsea, Iptu Tarsan Simangunsong, menjelaskan bahwa dalam upaya pencarian korban, tim melakukan penyelaman ke Sungai Asahan sebanyak empat kali pada hari kedua, namun tidak berhasil menemukannya.

“Kesulitan dalam pencarian korban disebabkan oleh arus air yang deras di Sungai Asahan, sehingga tim pencari tidak dapat mendeteksi situasi di bawah air,” jelasnya.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (6/6/2023) petang ketika korban, yang baru pulang dari ladang, hendak menyeberangi Sungai Asahan. Awalnya, korban berencana menggunakan rakit ponton yang sudah ada di sungai untuk menyeberang. Namun, karena rakit ponton sudah terisi muatan yang cukup berat, korban memutuskan untuk berenang sambil berpegangan pada besi rakit. Sayangnya, kemungkinan karena kelelahan, tangan korban terlepas dari pegangan tersebut, sehingga korban hanyut dan terbawa arus sungai Asahan.