Segenap kru batakpost.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Semoga doa dan usaha kita diterima oleh Allah Swt. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Medan

Para Pekerja Muda di Medan Mengeluhkan Maraknya Geng Motor dan Begal: Menuntut Penindakan Tegas untuk Cegah Efek Jera

187
×

Para Pekerja Muda di Medan Mengeluhkan Maraknya Geng Motor dan Begal: Menuntut Penindakan Tegas untuk Cegah Efek Jera

Sebarkan artikel ini
Para Pekerja Muda di Medan Mengeluhkan Maraknya Geng Motor dan Begal: Menuntut Penindakan Tegas untuk Cegah Efek Jera
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Medan, 13/7 (Batakpost.com) – Para pekerja muda di kota Medan mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap maraknya aktivitas geng motor dan aksi begal yang semakin meresahkan. Mereka menyerukan agar aparat keamanan segera mengambil tindakan untuk memberantas penyakit masyarakat ini dan menindak tegas para pelaku. Bahkan, beberapa dari mereka berpendapat bahwa tindakan tegas seperti penembakan mati harus diambil agar memberikan efek jera yang signifikan.

Salah satu pekerja muda, Sundari, menyatakan bahwa keberadaan para begal telah menciptakan rasa takut di kalangan warga untuk melakukan kegiatan di luar rumah, terutama pada malam hari. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap para pekerja malam dan mereka yang pulang larut malam.

Advertisement
banner 325x300
Advertisement


“Kami sangat prihatin dengan situasi ini. Baik pekerja malam maupun mereka yang pulang larut malam, seperti para pengendara ojek, keluarga mereka di rumah juga merasa takut. Kami yang pulang larut malam juga merasakan ketakutan yang sama,” ujar Sundari pada Rabu (12/7) malam di depan toko ponsel tempatnya bekerja.

Sundari berpendapat bahwa para begal harus dihadapi dengan tindakan tegas, terutama bagi mereka yang melakukan pembunuhan terhadap korban. “Mayoritas begal saat ini melakukan pembunuhan langsung. Bagusnya, begal yang membunuh warga harus ditembak mati. Nyawa harus dibayar dengan nyawa,” tegasnya.

Di tempat lain, Adib Mulia Kurniadi, seorang barista di sebuah kafe di Jalan Sekip, juga mengharapkan tindakan cepat dari aparat keamanan untuk memberantas aksi begal di Medan yang telah mengganggu kehidupan masyarakat.

“Masyarakat menjadi takut untuk keluar rumah pada malam hari. Apalagi bagi saya yang bekerja dan pulang larut malam. Rasanya was-was setiap kali. Harus segera ditindaklanjuti,” ungkap Adib.

Menanggapi sanksi yang seharusnya diberikan kepada para begal, Adib percaya sepenuhnya pada aparat hukum. Yang terpenting, menurutnya, adalah adanya tindakan tegas, apapun bentuknya. “Misalnya dengan hukuman penjara yang panjang atau tindakan tegas lainnya yang dapat memberikan efek jera,” tambahnya.

Adib dan Sundari berharap agar kondisi keamanan di Medan kembali membaik dan lebih aman. Mereka menaruh harapan besar pada aparat keamanan untuk bertindak dengan cepat dan responsif. Keduanya juga berharap agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan tidak takut lagi untuk keluar rumah atau pergi ke tempat mana pun.

“Saya ingin kembali ke kondisi awal pandemi di mana tingkat kejahatan lebih rendah dibandingkan dengan situasi saat ini,” ungkap Adib.

Dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat dan tuntutan para pekerja muda, diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memberantas geng motor dan begal di Medan.