Kapolres Tapteng: Penyalahgunaan Narkoba Tertinggi di Indonesia Ada di Sumut

Tapteng, 27/9 (Batakpost.com)- Penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia berada di Sumatera Utara (Sumut), dan itu sudah sangat mengkhawatirkan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Jimmy Christian Samma, SIK, saat memimpin upacara bendera di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Senin (26/9/2022) pagi, sebagaimana rilis berita yang diterima dari Polres Tapteng, Selasa (27/9/2022).

“Saya meminta anak-anak kami para siswa-siswi yang ada di sekolah ini dapat menahan pengaruh penyalahgunaan narkoba. Untuk kalian ketahui, bahwa penyalahgunaan narkoba di Indonesia itu tertinggi di Sumatera Utara (Sumut). Saya berharap, kejadian itu tidak ada dan jangan ada pelaku dari siswa di SMA Matauli Pandan,” ucap Kapolres.

Selain soal narkoba, kata Kapolres, penggunaan media sosial juga sangat perlu diperhatikan oleh para siswa. Dia meminta agar menghindari efek negatif dari penggunaan media sosial.

BACA JUGA: Percontohan Kampung Pancasila Wilayah Korem 023/KS Ikut Lomba Tingkat Kodam   

“Belajar dan berlatihlah dengan sungguh-sungguh, silahkan ambil hal positif dari media sosial, dan hindari hal yang negatif. Kelak kalian akan menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa,” pesan Kapolres.

Tidak lupa kepada guru-guru, mantan penyidik KPK itu berharap, agar mendampingi sistem pembelajaran dengan baik kepada para siswa, sehingga ke depannya para siswa menjadi yang terbaik pula.

Selain menyampaikan motivasi, kehadiran Kapolres sebagai pemimpin upacara di SMAN 1 Matauli Pandan sebagai bentuk penanaman nilai-nilai Pancasila terhadap para siswa.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sibolga-Tapteng, Elprida Sinaga, S.Pd, Kepala Sekolah SMAN 1 Matauli Pandan, Deden Rachman, S.Pd., MM, Kasat Intel Polres Tapteng, AKP Jonel Situmorang, Kasi Propam Polres Tapteng AKP M. Sitohang, KBO Sat Binmas Polres Tapteng IPDA Zulmansyah Tanjung SH, para Kepala SMA se-Tapteng, dan juga guru-guru dan staf SMAN 1 Matauli Pandan. (ril/red)