Medan

Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah Optimalkan Pendapatan dan Cegah Kebocoran

212
×

Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah Optimalkan Pendapatan dan Cegah Kebocoran

Sebarkan artikel ini
Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah Optimalkan Pendapatan dan Cegah Kebocoran
Example 300x600

Medan, 2/11 (Batakpost.com) – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyoroti dampak positif dari digitalisasi transaksi keuangan daerah dalam mengoptimalkan pendapatan daerah sambil mencegah kebocoran pendapatan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar pada Kamis (2/11/2023).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum, Ferri Ichsan, di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Wali Kota Bobby Nasution menyatakan harapannya bahwa TP2DD akan mendukung perkembangan transaksi pembayaran digital di Kota Medan. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Deputi Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Abdul Haris, serta perwakilan dari berbagai Pemerintah Kota di wilayah tersebut, seperti Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labura, dan Labusel.

Ferri Ichsan, yang menjadi pembawa acara, menekankan bahwa transformasi melalui digitalisasi tidak hanya membantu dalam mengoptimalkan pendapatan daerah, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi kebocoran pendapatan yang selama ini terjadi. Salah satu contohnya adalah digitalisasi retribusi parkir, yang merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah. Dengan adanya e-parking di Kota Medan, penduduk dapat membayar retribusi parkir melalui aplikasi, yang dana hasilnya langsung masuk ke kas daerah.

Ferri Ichsan juga menyebutkan bahwa fasilitas dan layanan digital dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat dalam bertransaksi, sekaligus meningkatkan kepercayaan mereka terhadap Pemerintah Kota Medan. Ini adalah salah satu alasan mengapa Pemerintah Kota Medan terpilih sebagai TP2DD Kota Terbaik II di Wilayah Sumatera.

Abdul Haris, Kepala Deputi BI Siantar, mengungkapkan apresiasinya terhadap Pemerintah Kota Medan atas prestasi TP2DD tersebut. Dia menjelaskan bahwa kunjungan mereka ke Pemerintah Kota Medan adalah untuk memahami inovasi yang telah dilakukan dan strategi yang efektif dalam mendorong aktivitas digital di wilayah tersebut.

Dalam sesi selanjutnya, para narasumber dari Pemerintah Kota Medan, seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Medan, Benny Sinomba Siregar, Kadis Perhubungan, Iswar Lubis, dan Kabid Perbendaharaan BKAD, Yus Agustin Leo, memaparkan tentang perkembangan digitalisasi di Medan. Mereka menjelaskan bahwa mayoritas transaksi pendapatan pajak dan retribusi daerah di Kota Medan telah dilakukan secara non tunai melalui berbagai kanal seperti teller, loket bank, ATM, EDC, sms/mobile/internet banking, dan lainnya. Namun, Pemerintah Kota Medan terus mendorong perluasan elektronifikasi dengan memanfaatkan kanal pembayaran advance, termasuk fintech, e-commerce, ritel, dan QRIS.

Selain itu, Bapenda Medan telah mengembangkan Alat/Sistem Informasi Tata Kelola Perpajakan dan Perekaman Data Transaksi Wajib Pajak berbasis digital untuk meningkatkan penerimaan Pajak Daerah. Aplikasi seperti SIMP4D memudahkan wajib pajak dalam melaporkan dan membayarkan pajak secara online.

Kerjasama dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) dan PT. BNI 46 juga telah dilakukan untuk mengintegrasikan sistem perekaman data transaksi wajib pajak dalam hal pembayaran pajak daerah.

Selain pajak, sektor Retribusi Daerah juga telah merasakan manfaat dari digitalisasi. Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Medan telah mengembangkan alat/sistem retribusi pengujian kendaraan bermotor dan parkir tepi jalan umum secara digital (E-KIR) dengan QRIS, Mobile Banking, dan E-Wallet.

Meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti preferensi masyarakat untuk bertransaksi tunai dan keterbatasan literasi masyarakat tentang fasilitas dan layanan ETPD, upaya digitalisasi transaksi keuangan daerah terus berlanjut.

Kegiatan Capacity Building ini turut menghadirkan sesi tanya jawab yang merangsang diskusi, dan para peserta terlihat puas dengan informasi yang diperoleh dari narasumber. Acara ini merupakan langkah positif dalam menggerakkan digitalisasi transaksi keuangan daerah untuk meningkatkan efisiensi dan kepercayaan masyarakat.

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS