Samosir

Bupati Samosir Serahkan Bantuan Pupuk Organik dan Alsintan untuk Petani

233
×

Bupati Samosir Serahkan Bantuan Pupuk Organik dan Alsintan untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Bupati Samosir Serahkan Bantuan Pupuk Organik dan Alsintan untuk Petani
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Samosir, 7/6 (Batakpost.com) – Sebagai komitmen dalam membantu petani, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, didampingi Danramil Pangururan AZM. Siregar dan Camat Pangururan Robintang Naibaho, kembali menyalurkan bantuan pupuk organik cair gratis dan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kompleks Kantor Dinas Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir pada tanggal 7 Juni 2024.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis tersebut bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Samosir, termasuk 10 unit traktor roda dua, 44 unit pompa air 5,5 hp/3Inc, 3 unit pompa air 8,5 hp/4Inc, pupuk organik cair sebanyak 10.832 liter untuk 245 kelompok tani, pembenahan EM4 sebanyak 7.100 liter untuk 242 kelompok tani, dan molase sebanyak 6.700 liter untuk 202 kelompok tani.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen membantu petani dengan memberikan pupuk organik cair dan alat-alat pertanian. Sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat terus diupayakan untuk mendapatkan bantuan bagi petani. Selain meningkatnya kuota pupuk kimia bersubsidi di Kabupaten Samosir, Vandiko tetap mendorong petani untuk belajar membuat pupuk organik.

“Pemberian pupuk gratis ini hanya stimulan. Pupuk organik dari Samosir sudah lolos uji, kita tinggal membangun rumah produksinya. Selain untuk kebutuhan bertani, pupuk ini juga bisa dijual guna memberikan nilai tambah bagi petani,” ucap Vandiko.

Untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Samosir, Vandiko T. Gultom juga menginstruksikan seluruh kepala desa untuk membantu petani dengan pembelian alat pencacah kompos melalui anggaran dana desa. “Kami sangat berkomitmen mendukung pertanian termasuk melalui anggaran desa. Anggaran kuota pupuk bersubsidi naik sekitar 15 persen pada tahun 2023 dan naik 10 persen tahun 2024. Komitmen ini agar semua petani mendapatkan pupuk,” ungkap Vandiko.

Bupati Samosir juga menghimbau masyarakat agar tidak selalu mengeluh kekurangan pupuk karena pada tahun 2023 ditemukan banyak pupuk yang tidak ditebus kelompok tani. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Vandiko menegaskan bahwa pada tahun 2024 akan diadakan realokasi kuota dari kelompok tani yang tidak mengambil pupuk ke kelompok lain yang membutuhkan.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Jangan diperjualbelikan, tetapi dibagi secara adil kepada anggota kelompok,” kata Vandiko.

Danramil Pangururan AZM Siregar menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah membentuk satgas antisipasi darurat pangan yang bekerjasama dengan TNI. “Apa yang sudah diberikan pemerintah kepada masyarakat jangan dibawa menjadi image yang tidak bagus. Tujuan pemerintah adalah menyejahterakan masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dihargai, disyukuri, dan dimanfaatkan dengan baik,” kata AZM Siregar.

Plt. Kadis Ketapang dan Pertanian, Tumiur Gultom, mengatakan bahwa pemberian bantuan traktor roda dua dan pompa air bertujuan untuk mendukung petani yang sebelumnya tidak menanam padi namun rela beralih. Selain meningkatkan indeks tanam padi sawah dan padi gogo, hal ini juga sebagai upaya antisipasi menghadapi darurat pangan yang diprediksi terjadi di Indonesia.

Tumiur menyebutkan bahwa Pemkab Samosir mendapat kuota 500 hektar untuk penanaman padi gogo dari Kementerian Pertanian dan baru 170 hektar yang tersedia. Oleh karena itu, diharapkan petani memperluas lahan untuk memanfaatkan bantuan tersebut.

Ketua Kelompok Tani Desa Pangaloan, Robert Lumban Raja, sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Samosir. Ia berharap perhatian seperti ini terus dilakukan demi kesejahteraan petani.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300