Nyatakan Peristiwa di HKBP Simanosor Sebagai Duka HKBP, Kini HKBP Berduka Atas Kepergiannya

Air mata Ompui Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata tak tertahan lagi disaat menyampaikan kata penghiburan kepada keluarga korban pembantian yang terjadi di HKBP Simanosor, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (4/11/2012). Bersama dengan rombongan serta Parhalo dan Partohonan, Ompui Ephorus menguatkan para keluarga korban agar tabah dan tetap semangat di dalam memuji dan melayani Tuhan, lewat ibadah penghiburan yang dilaksanakan di HKBP Simanosor, Selasa, (6/11/2012) silam.

Peristiwa berdarah itu bukan hanya meninggalkan pedih bagi keluarga korban, melainkan HKBP di seluruh dunia turut berduka atas peristiwa itu. “HKBP di seluruh dunia berduka atas peristiwa ini. Untuk itu kami atas nama Pimpinan HKBP beserta dengan Parhalo di Kantor Pusat telah memutuskan dan sependapat bahwa peristiwa tanggal 4 November 2012 menjadi Hari Kebangkitan Sekolah  Minggu HKBP di seluruh dunia,” ujar Ompui Ephorus HKBP Pdt. WTP Simarmata, MA.

Dan untuk mengenang perisitiwa itu, akan dibangun tugu peringatan di samping makam ketiga anak Sekolah Minggu HKBP Simanosor yang meninggal dibacok pelaku yang mengalami gangguan jiwa.

BACA JUGA: Ephorus Emeritus HKBP Pdt WTP Simarmata Tutup Usia

“Ada pun tugu yang akan dibangun nantinya berupa ruangan belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 3 ruangan dengan nama PAUD dari ketiga nama korban (Coki Nainggolan, April Pasaribu dan Yohana Panggabean),” kata Ompui yang disambut haru dan deraian air mata jemaat yang berkumpul saat itu.

Disampaikannya, kepergian ketiga anak itu menjadi sejarah lahirnya tempat pendidikan di Desa Simanosor. Dan kehadiran bangunan tersebut dibayar mahal dengan hilangnya nyawa ketiga anak yang tidak berdosa itu. “Inilah rencana indah di balik semua peristiwa ini. Mari kita dekatkan diri kita kepada Tuhan, dan jangan ada rasa takut untuk datang beribadah dan menyuruh anak kita untuk Sekolah Minggu, karena disaat itulah mental anak kita dilatih dan begitu juga spritualnya. Dan biarlah nanti kehadiran PAUD ini menjadi berkat bagi semua orang,” katanya.

Serangkaian kegiatan pun dilangsungkan saat itu di Gereja HKBP Simanosor, seperti pemberian bantuan kepada semua keluarga korban, baik itu yang meninggal dan juga yang luka-luka, termasuk para korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pandan, Sibolga, dan Medan.

Juga disampaikan Upah-upah kepada keluarga korban agar jangan larut dalam kesedihan dan tetap semangat memuji Tuhan. Dan kehadiran Ompui Ephorus beserta dengan Ompung boru beserta unsur pimpinan dari kantor pusat HKBP mampu memberikan semangat kepada para jemaat yang hadir.

Ompui Ephorus Emeritus saat membawakan ibadah penghiburan bagi keluarga korban di HKBP Simanosor Tapanuli Tengah. (Batakpost.com/red)

Sementara itu disaat ibadah penghiburan berlangsung, Ompui Ephorus spontan menggendong seorang anak Sekolah Minggu atas Nepri Zebua (10). Ompui bertanya apakah dia takut untuk datang Sekolah Minggu? Ternyata anak yang digendong Ompui adalah korban yang selamat dari pembantaian Burhan Gultom. Mendapat penjelasan itu, Ompui langsung terharu dan menangis, karena tanpa sengaja dirinya mengendong seorang anak yang selamat dari maut.

“Saya tidak tahu sama sekali bahwa anak kita ini adalah korban yang selamat, tetapi itulah rencana Tuhan, agar saya dapat mengendong anak yang lolos dari maut ini,” ungkap Ephorus haru sembari mencium sianak dan mendoakannya.

BACA JUGA: Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar Sampaikan Ucapan Duka

Menurut pengakuan Nepri Zebua kepada Ompung Ephorus, saat itu parang yang dipegang pelaku diayunkan ke arah kepalanya, dan saat itu dia langsung menunduk dan berlari menyelamatkan diri. Jika seandainya dia tidak menunduk, mungkin dia akan jadi korban juga.

Usai ibadah dan rangkaian kegiatan di HKBP Simanosor, Ompui Ephorus mengunjungi RSUD Pandan, dan RSU FL Tobing Sibolga untuk melihat kondisi dua pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Di sana kembali Ompui haru melihat seorang anak Sekolah Minggu yang kepalanya masih diperban karena luka bacok.

Dengan penuh kasih sayang Ompui Ephorus beserta Ompung boru (Lersiana Purba) memeluk dan menciumnya, karena anak itu adalah anak yatim-piatu yang tinggal bersama neneknya. Dengan spontan Ompui merogo kantognya bersama dengan Ompung boru dan memberikan bantuan.

Kasih sayang dan perhatian yang ditujukkan Ompui menjadi khotbah yang hidup untuk diteladani.

Saat itu Ompui menyatakan peristiwa berdarah yang terjadi di HKBP Simanosor menjadi duka HKBP, dan kini HKBP berduka atas kepergiannya menuju keabadian.

Selamat Jalan Ompung Ephorus Emeritus HKBP Pdt DR (HC) Willem Tumpal Pandapotan Simarmata, MA. Sebagaimana Ompung katakan pada saat ibadah penghiburan “Berharga di Mata Tuhan Kematian Semua Orang yang Dikasihi-Nya”, itu juga yang kami sampaikan untuk Ompung dan keluarga. (Jason Gultom)