Sibolga, 7/3 (Batakpost.com)- Kemajuan teknologi dan sistem pembayaran non tunai saat ini semakin pesat perkembangannya. Berbagai layanan dompet digital bermunculan dengan menawarkan berbagai kemudahan dan fasilitas.

Untuk mengawasi sistem pembayaran non tunai dari berbagai penyedia layanan ini, Bank Indonesia meluncurkan sistem pembayaran satu pintu dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Ada pun tujuan utama dari kehadiran QRIS ini adalah, untuk mewujudkan sistem pembayaran yang lebih mudah bagi masyarakat, dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu. Hal ini demi menciptakan sistem pembayaran yang efisien, efektif dan mengacu pada prinsip utama kebijakan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal (CEMUMUAH) serta bertitik tolak pada aspek higienitas dalam bertransaksi.

BACA JUGA: PS Pemkab Tapteng Menang 2:1 Atas PS DPRD Tapteng

Bank Indonesia Sibolga cukup gencar mensosialisasikan program QRIS ini di 16 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah kerjanya. Salah satunya melaluai acara Kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan tema UMKM Level Up, yang diisi acara talkshow bertemakan “Bisnis Makin Cuan dengan Digitalisasi UMKM dan Sistem Pembayaran” yang diikuti para pelaku UMKM yang ada di wilayah kerja BI Sibolga yang dipusatkan di Gedung Yeni Sopo Holong, Rabu (2/3) lalu.

Dalam talkshow ini dua owner UMKM yang sukses menjalani bisnisnya diundang sebagai pembicara sekaligus menyampaikan testimoni akan manfaat menggunakan sistem pembayaran melalui QRIS.

Pembicara pertama adalah Ayu Soraya Nasution pemilik (owner) Matahari Cafe Sibolga. Dia mengakui dalam memulai bisnisnya mengajukan kredit ke Bank. Dengan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ayu membuka usaha Komputer di Jalan SM Raja Sibolga. Dari usaha itu, dia mengembangkan bisnisnya ke usaha cafe yang menyediakan berbagai jenis makanan, minuman, dan kuliner.

Saat ini usaha Matahari Cafe miliknya cukup laris. Dan kehadiran sistem pembayaran menggunakan QRIS sangat membantunya dalam mengatur keuangan usahanya. Di mana sejak dia menggunakan QRIS, Ayu mampu meminimalisir kecurangan karyawannya khususnya dalam transaksi keuangan.

Selain itu juga, manfaat yang didapatnya dengan menggunakan QRIS, setiap transaksi keuangan tercatat secara otomatis, dan pencairannya dari bank juga cepat dan lancar.

Dari kanan kekiri, Riki Wijayadi, (Owner Lopo Mandheling Coffee), Ayu Soraya Nasution, (Owner Matahari Resto Sibolga), Muhammad Fadhil, (Pimpinan Cabang PT. Bank Sumut Sibolga), Andrianto, (Analis Fungsi Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Bank Indonesia Sibolga) dan moderator saat acara talkshow yang bertemakan bertemakan “Bisnis Makin Cuan dengan Digitalisasi UMKM dan Sistem Pembayaran” (Batakpost.com/red)

“Karyawan kami ada 40 orang, dengan adanya QRIS semua transaksi dapat saya monitor dan uangnya langsug masuk ke rekening. Jadi bagi para pelaku UMKM jangan ragu menggunakan QRIS karena aman dan sangat membantu,” ungkapnya.

Ada pun pembicara kedua dalam kegiatan ini adalah Riki Wijaya, pemilik Lopo Mandheiling Coffee. Menurut pengusaha muda ini, dengan adanya QRIS manajemen keuangannya tertata rapi, karena semuanya tercatat dengan baik.

“Kalau dulu, saya harus pisahkan mana uang penjualan, mana uang usaha dll. Dengan menggunakan QRIS, semakin mudah, karena semua transaksi tercatat dan langsung kita monitor lewat ponsel kita, dan kita tahu berapa uang masuk dan uang keluar dengan cepat,” beber pria yang baru berusia 31 tahun itu.

Dia juga mengungkapkan, dalam memulai usaha kopinya tidak langsung memiliki modal besar. Ia memulainya dari hal yang kecil. Seiring dengan itu, Bank Indonesia Sibolga menggandeng usahanya menjadi mitra binaan BI tepatnya tahun 2018.

Sejak digandeng BI Sibolga itulah, usaha kopinya semakin berkembang hingga saat ini sudah memiliki 5 cabang, termasuk di Kota Medan.

BACA JUGA: Petani Kopi di Madina Terima Bantuan Dari Bank Indonesia

Dalam mengembangkan bisnisnya, Riki memanfaatkan media sosial sebagai jasa promosi. Dan untuk sistem pembayaran dia memanfaatkan dunia digitalisasi.

“Saya yakin dengan kegiatan yang digelar BI Sibolga ini, para pelaku UMKM mampu bangkit dan meraih kesuksesan, karena pemerintah saat in cukup memperhatikan para pelaku UMKM melalui jasa perbankan seperti yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sistem QR Code ini atau QRIS, menggunakan Merchant Presented Mode (MPM), artinya untuk bertransaksi, pengguna hanya cukup scan QR yang tersedia di merchant-merchant yang bekerja sama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA dan lainnya.

Dan manfaat yang didapat dengan menggunakan QRIS, transaksi cepat dan kekinian. Tidak perlu repot bawa uang tunai. Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang. Terlindungi karena semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia. (red)

 

News Feed