oleh

Bupati, Dandim dan Kapolres Tapteng Semangati Siswa SMAN Matauli Pandan Yang Dikarantina

Tapteng, 11/2 (Batakpost.com)-  Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Wakilnya Darwin Sitompul, Dandim 0211/TT, Lektol Czi Mangatas Sibuea dan Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma, menyemangati ratusan siswa/i SMAN 1 Matauli Pandan yang sedang dikarantina mandiri di Asrama Matauli Pandan, karena positif COVID-19 varian baru Omicron.

Mereka dikarantina mandiri di bawah pengawasan Satgas COVID-19 Tapanuli Tengah, bekerja sama dengan Polres Tapteng, Kodim 0211/TT dan pihak SMA Matauli Pandan.

Kedatangan Bupati bersama rombongan malam tadi sekira pukul 21.15WIB, disambut hangat para siswa yang sedang dikarantina dan juga Kepala Sekolah SMA Matauli, guru dan pembina.

Para siswa mengaku baik-baik saja dan juga dalam keadaan sehat. Hanya saja demi menjaga keamanan dan prokes, mereka harus dikarantina selama 10 hari di asrama Matauli Pandan dan tidak diperkenankan keluar.

Dengan menggunakan pengeras suara, Bupati menyampaikan motivasi dan semangat agar mereka tetap kuat melewati masa karantina.

“Kedatangan kami bersama Pak Dandim, Kapolres, Wakil Bupati dan Kepala Sekolah SMA Matauli malam ini untuk memberikan semangat kepada kalian semua, bahwa kalian tidak sendiri, ada kami bersama kalian,” kata Bupati dengan semangat.

Bupati yakin lewat ujian kecil tersebut, ada makna yang berarti untuk hidup mereka.

“Ini bukan penyakit memalukan atau aib yang harus disembunyikan, karena seluruh dunia sedang menghadapinya. Dan pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah menanggulanginya. Jadi, tetap semangat dan manfaatkan waktu istirahat kalian ini untuk tetap belajar dan berdoa,” pesan Bupati.

Pada kesempatan itu juga Bupati berdialog dengan para siswa dan menanyakan makanan apa yang mereka inginkan.

Sesuai dengan permintaan dari para siswa, Bupati langsung memesan makanan dan minuman bergizi untuk mereka.

Tidak lupa para siswa pun mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati dan rombongan. Lewat kaca nako asrama, mereka melambaikan tangan kepada Bupati dan rombongan.

Akibat dikarantinanya 186 siswa Matauli Pandan, proses belajar tatap muka di sekolah itu pun untuk sementara dihentikan. Dan jika hasil pemeriksaan nanti sudah negatif, maka akan diatur kembali proses pembelajarannya.

Usai menyemangati para siswa Matauli, Bupati juga meninjau Posko layanan COVID-19 yang didirikan Polres Tapteng di SMA Matauli.

Bupati juga memberikan semangat kepada petugas Posko baik itu yang dari Polisi dan dari TNI. (red)

 

News Feed