oleh

Kesehatian, Gereja, Negara dan Masyarakat

Taput, 13/1 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, MSi memberikan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP (STGH HKBP).

Kuliah Umum ini dilangsungkan di Auditorium HKBP Seminarium Sipoholon, Rabu, (12/1/2022), yang diikuti citivitas akademika STGH HKBP.

Dalam materi kuliahnya Bupati Nikson menjelaskan, bahwa kesehatian yang terbina antara masyarakat dan gereja akan mendukung roda pemerintahan berjalan dengan baik.

Untuk itu Bupati meminta agar masyarakat ikut mendoakan dan turut berperan dalam membangun daerah.

“Gereja dan Pemerintah adalah mitra yang saling melengkapi,” kata Nikson.

Nikson juga meminta agar mata kuliah di STGH HKBP dilengkapi dengan mata kuliah keahlian, misalnya, bidang pertanian dan peternakan. Kami dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara siap memfasilitasinya, karena mahasiswa harus ikut berperan membantu pemerintah,” ujarnya.

Dia pun menegaskan, tanpa ada kesehatian gereja, masyarakat dengan pemerintah, maka negara akan runtuh.

Bupati dua periode itu pun mengungkapkan, begitu dia dilantik menjadi Bupati Tapanuli Utara, prioritasnya adalah memperbaiki infrastruktur. Karena Tuhan memberikan anugerah yang luar biasa bagi Tapanuli Utara.

“Puji Tuhan, saat ini beberapa desa tertinggal yang sudah dimerdekakan dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta listrik dan air,” ungkapnya.

Disampaikan Nikson, dalam membangun Taput, dia memiliki jargon “Membangun Tapanuli Utara di mulai dari Desa”. Karena jika desa  sudah kuat, kota kuat, maka Indonesia akan mandiri dan berdikari.

Membangun desa berbasis Data Desa Presisi adalah salah satu pencapaian yang diraih oleh Kabupaten Tapanuli Utara, kata Nikson menjelaskan. Di mana Data Desa Presisi itu terbentuk dari citra desa dengan resolusi yang tinggi. Dan dalam data itu terisi numerik dan data deskriptif yang menggambarkan kondisi riil di sebuah desa serta dapat diakses melalui aplikasi “Merdesa”.

“Program Data Presisi Desa ini sangat penting sebagai acuan pengembangan dan penyusunan program di desa,” tegasnya.

Suami dari Satika Simamora ini juga berharap kepada civitas akademika STGH HKBP, agar turut mendoakan para Pemimpin Daerah agar diberikan hikmat untuk dapat mempimpin dengan berlandaskan kebijaksanaan yang dari Tuhan.

“Kami siap menerima kritik dan saran serta solusinya,” kata Nikson.

Di akhir paparannya, Nikson Nababan kembali menyampaikan sekaligus menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Balai Latihan Kerja siap membantu dan memfasilitasi pelatihan dalam bidang yang telah ditentukan.

Sebagai bentuk pembinaan kesehatian dengan Gereja, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan sumbangan sebesar Rp50 juta untuk STGH HKBP.

Turut hadir sebagai pemateri kedua Bupati Kabupaten Toba Ir. Poltak Siturus M.Sc, Ketua STGH HKBP Pdt. Manaek Simanungkalit, dan Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara terkait. (ril)

 

News Feed