oleh

Pemkab Taput Upayakan Penguatan Kapasitas Bunda PAUD di Kecamatan, Desa dan Kelurahan

Taput, 25/11 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Parsaoran Hutagalung bersama Bunda PAUD Tapanuli Utara Satika Simamora, SE, MM, didampingi para Staf Ahli Bupati dan pimpinan OPD membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Tapanuli Utara, di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Kamis (24/11).

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Parsaoran Hutagalung, berharap agar seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama terhadap bentuk pengajaran pada pendidikan PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK).

“Sesuai target Pemerintah Pusat, bahwa Generasi Emas kita pada tahun 2045, pertanyaannya adalah, apakah Tapanuli Utara ikut berkontribusi dalam hal ini? Harapan kami pengabdian ini sebagai doa dan ibadah kita agar anak-anak Tapanuli Utara ikut berkontribusi pada tahun 2045 mendatang. Sejak sekarang sudah harus kita persiapkan bersama-sama,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan, para pelaku pada PAUD dan TK harus memahami Pendidikan PAUD sebagai pendidikan non formal untuk mempersiapkan tingkat selanjutnya. Pendekatan dalam pendidikan menurutnya berbeda dengan yang formal. “Para guru PAUD seyogiyanya melakukan pembelajaran sesuai kecerdasan anak didik. Kita lakukan pembimbingan, pendampingan dan pengajaran sehingga anak PAUD akan tumbuh sesuai pada kodratnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Bunda PAUD Tapanuli Utara, Satika Simamora menegaskan, pentingnya keseriusan dalam pendidikan PAUD dan berharap sebagai wujud pelayanan yang dilandasi dengan kasih dan memaparkan PAUD Holistik Integratif. PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Kualitas Sumber Daya Manusia harus diawasi sejak dini, seluruh Bunda PAUD harus mendukung PAUD Holistik Integratif yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Tentu menurut Satika, dibutuhkan sinkronisasi program seluruh PAUD yang ada. Karena menurutnya, masih ada beberapa desa lagi yang belum memiliki lembaga PAUD di Tapanuli Utara. “Saya harapkan Bunda PAUD Kecamatan dan Desa agar berperan aktif sehingga semua desa berdiri PAUD. Mari kita gugah kesadaran masyarakat, karena PAUD dan TK bukan hal sepele karena ini awal generasi emas,” tandasnya.

Sementara itu dalam laporan Ketua Pokja PAUD Ny. Murtiana Kijo Sinaga menyampaikan, bahwa kegiatan Penguatan Bunda PAUD dihadiri 150 peserta yang terdiri dari 15 Bunda PAUD Kecamatan, 45 Bunda PAUD Desa/Kelurahan, 45 Kepala Sekolah PAUD dan 45 Guru PAUD.

Kegiatan itu bertujuan untuk mengoptimalkan peran Bunda PAUD sebagai sisok panutan yang perduli dan bekerja mendukung kemajuan PAUD.

Dalam kegiatan itu, juga diundang dua narasumber, yaitu Martua Situmorang sebagai Pemerhati Pendidikan Taput dengan materi ‘Membangkitkan kreativitas anak usia dini melalui proses pembelajaran loose part, dan Ny. Juliana Erikson Siagian sebagai Pengurus TP. PKK Taput dengan materi ‘Peran dan Strategi Nunda PAUD’.

News Feed