oleh

Pertumbuhan Ekonomi di Wilker BI Sibolga Masih Positif

Balige, 9/9 (Batakpost.com)- Pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja (wilker) Bank Indonesia tahun 2020 masih positif, walaupun pertumbuhannya rendah. Terjadinya pertumbuhan itu ditopang sektor pertanian, mengingat  16 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah kerja BI Sibolga memiliki lahan pertanian.

Hal itu dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sibolga, Aswin Kosotali pada acara “Capacity Building Wartawan KPw BI Sibolga,” Kamis (9/9) di Hotel Labersa Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

“Jadi, bemper kita itu adalah di bidang pertaniannya. Itu penyebabnya wilayah kerja BI Sibolga lebih bertahan dibanding daerah lain, karena memiliki sektor pertanian,” ungkapnya.

Demikian juga share/pangsa ekonomi di Sumatera Utara, khususnya di triwulan ke II sharenya untuk sektor sisi usaha seperti pertanian (21,82%), industri pengolahan (19,54%), perdangangan besar atau eceran (19,01%), konstruksi (13,31%), real estate (5,14%).

Terkait inflasi di Sumut tambah Aswin, sampai dengan Agustus 2021 masih relatif rendah di bawah sasaran inflasi nasional 3%+1%. Salah satu penyebabnya, melemahnya daya beli masyarakat akibat dampak COVID-19. Demikian juga dengan pelaksaan PPKM Level 4 di Sumut turut menahan laju inflasi di Sumut.

“Tercatat realisasi inflasi pada Agustus 2021 sebesar – 0,08(mtm) atau 2,10(yoy),” sebut Aswin.

Sedangkan penyumbang inflasi atau deflasi di Sumut masih dari komuditi cabai merah. Di mana terpantau mulai dari bulan Februari-Agustus 2021 cabai merah masih mendominasi.

Sementara itu secara spasial, inflasi terjadi di seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus 2021. Untuk Kota Medan inflasinya 84,58%, Pematangsiantar 6,97%, Sibolga 2,11%, Sidimpuan 4,94% Gunungsitoli 1,41%.

Capacity Building Wartawan KPw BI Sibolga menghadirkan tiga pembicara; di antaranya Aswin Kosotali selaku KPw BI Sibolga, dengan topik “Isu Perekonomian Terkini,” Agus Suriadi dari FISIP-USU dengan topik “Jurnalisme 4.0” (Tantangan dan Peluang Jurnalisme di Era Digital), Wahyu Ario Pratomo Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sumatera Utara dengan topik “Publikasi Data dan Indikator Ekonomi Regional. (red)

News Feed