oleh

Pria Ini Divonis 1.075 Tahun Hukuman Penjara

Penulis kontroversial asal Turki, Adnan Oktar, alias Harun Yahya baru saja divonis 1.075 tahun penjara atas berbagai dakwaan pidana, termasuk kejahatan seksual. Beberapa wanita yang menjadi korban Oktar diketahui kerap mendampinginya dalam acara-acara televisinya.

Diketahui bahwa Oktar yang dijuluki pemimpin kultus ini kerap didampingi wanita-wanita muda berpakaian seksi yang dipanggilnya ‘kittens’ (anak kucing) dalam acara televisi yang memadukan pembahasan keagamaan dan tarian. Belakangan terungkap bahwa para ‘kittens’ itu menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, termasuk Hurriyet Daily News dan Anadolu Agency, Selasa (12/1/2021), salah satu wanita yang pernah menjadi ‘kittens’ mengungkapkan pada tahun 2018 lalu bahwa pemerkosaan lazim terjadi di dalam kelompok Oktar dan banyak remaja yang menjadi korban.

Wanita bernama Ceylan Ozgul itu mengaku bergabung dengan kelompok Oktar tahun 2006 dan berhasil ‘kabur’ tahun 2017 lalu. Dia bersedia memberi keterangan kepada kantor berita Anadolu Agency usai penangkapan Oktar pada Juli 2018 lalu. Dalam pengakuannya, Ozgul menyebut kelompok yang dipimpin Oktar ‘penuh dengan kemesuman’.

“Organisasi ini penuh kemesuman di dalamnya. Anak-anak berusia 7 tahun hingga 17 tahun dianiaya secara seksual. Beberapa dari mereka diperkosa berulang kali,” tutur Ozgul kepada Anadolu Agency seperti dilansir media Turki, Hurriyet Daily News, pada 12 Juli 2018.

“Beberapa dari kittens membawa dua pistol yang didapatkan secara ilegal ketika mereka nongkrong di jalanan,” ungkapnya. “Saya menyadari aktivitas-aktivitas mereka melawan negara dan aktivitas-aktivitas mereka di luar negeri. Saya terganggu secara emosional, jadi saya melarikan diri,” ucap Ozgul.

Dalam sidang pekan ini, seperti dilansir AFP, Oktar divonis 1.075 tahun penjara atas berbagai dakwaan pidana, termasuk penyerangan seksual, penganiayaan seksual pada anak, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer. Dia diadili bersama 235 terdakwa lainnya, termasuk para pejabat eksekutif organisasi yang dipimpin Oktar, di pengadilan Istanbul. (dtc/int)

News Feed