oleh

Semangat Hari Kartini Tumbuhkan Eksistensi “Wanita Tambang”

Tak dapat dipungkiri, pandemi COVID-19 yang melanda belahan dunia termasuk Indonesia memiliki dampak yang sangat buruk. Akibatnya eksistensi dalam melaksanakan kegiatan turut berdampak pula.

Beragam cara dilakukan perusahaan untuk menambah semangat para pekerjanya, termasuk memanfaatkan momen-momen berserajarah.

Salah satu perusahaan yang tetap eksis memperingati hari-hari bersejarah di Indoneisa ini adalah Tambang Emas Martabe.

Salah satu momen yang selalu digelar Martabe adalah Hari Kartini. Tambang Emas yang berada di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu kembali menggelorakan semangat Kartini melalui berbagai kegiatan di tengah pandemi yang masih mengancam saat ini.

Secara tidak langsung mungkin kita melihat agak aneh jika momen Hari Kartini dirayain oleh perusahaan yang bergerak di duni Tambang. Karena dalam benak kita, bahwa dunia tambang itu adalah dunia para kaum lelaki. Dan itu benar!. Tetapi sejak tahun 2006 lalu, image itu sudah mulai dirubah oleh PT. Agincourt Resources atau yang lebih akrap dengan nama Martabe.

Keberanian tambang yang memproduksi emas sekitar 300 kilogram bullion per hari itu justru mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.

Memang upaya perubahan yang dilakukan Martabe tidak semudah membalikkan telapak tangan, mengingat lokasi tambang itu berada di wilayah Tapanuli yang masih kental dengan adat. Tetapi dengan menempatkan karyawan perempuan dalam perusahaan itu serta melihat dampak positif bagi masyarakat dan perusahaan, warga setempat pun semakin berani menyerahkan putrinya untuk bekerja di tambang Martabe.

Beragam langkah dan kegiatan yang berhubungan dengan keberagaman gender pun terus digaungkan Martabe. Dari tahun 2006 saat tenaga kerja perempuan masuk ke Martabe, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan gender tidak pernah luput. Salah satunya kegiatan Hari Kartini. Beragam perlombaan diperankan para “Wanita Tambang” ini.

Zoom Metting dalam kegiatan perayaan Hari Kartini oleh Tambang Martabe tanggal 21 April 2021. (Batakpost.com/Humas PT. AR)

Kegiatan diskusi tentang perjuangan kaum perempuan selalu menjadi tema dalam kegiatan ini. Dan terbukti, semangat itu mampu untuk meningkatkan eksistensi para “Wanita Tambang” khususnya di tengah pandemi seperti saat ini.

Peringatan Hari Kartini tahun ini tetap dilaksanakan Martabe secara virtual. Kali ini Martabe mengangkat tema yang sangat luar biasa, yaitu “The future has no gender.” Dengan tema ini diyakini bahwa masa depan itu tidak berbicara tentang jenis kelamin lagi, melainkan kemampuan.

Sesungguhnya hal itu sudah diperlihatkan oleh Martabe sejak 2006 lalu sampai saat ini. Di mana berbagai posisi dan jabatan telah diisi oleh kaum perempuan. Artinya, Martabe ingin mengatakan bahwa wanita itu jangan dipandang sebelah mata apalagi atau dianggap sebagai beban. Justru sebaliknya, di balik kelembutan seorang wanita terdapat kekuatan dan potensi luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Setidaknya hal itu jugalah yang diungkapkan General Manager Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis dan Helianti Hilman selaku CEO Javara Indonesia dan Food Biodiversity Entrepreneur dalam zoom meeting Hari Kartini yang digelar PT. Agincourt Resources, Rabu (21/4/2021).

Rahmat Lubis yang merupakan putra daerah Tapsel menjelaskan, Tambang Emas Martabe memiliki kebijakan keberagaman gender (Gender Diversity). Di mana dengan kebijakan itu tidak ada perbedaan berarti antara karyawan perempuan dan pria. Bahkan di Tambang Martabe, kebijakan untuk melindungi seluruh karyawan dari kasus pelecehan atau anti harassment itu terus dikampayenkan.

“Perempuan mungkin menjadi minoritas, tapi tidak boleh merasa terancam. Di Martabe tidak boleh ada harassment, kalau ada perlakuan tidak pantas, kita tidak peduli jabatannya apa, kalau ada isu harassment, kita tidak akan pernah toleransi,” tegas Rahmat.

Alumni dari ITB ini pun menambahkan, bahwa Tambang Emas Martabe akan terus meningkatkan komitmen terhadap kebijakan keberagaman gender. Pihaknya menargetkan jumlah karyawan perempuan sebanyak 30 persen hingga beberapa tahun ke depan.

“Dari 2.600 jumlah karyawan Tambang Martabe, 25% nya diisi oleh perempuan. Jika posisi laki-laki dan perempuan itu berimbang, maka pekerjaan akan lebih mudah dan produktif. Dengan demikian performance perusahaan juga akan semakin bagus sehingga kita akan terus mendorong peningkatan keberagaman gender di tambang Martabe menjadi 30%,” tukasnya.

Safety Supervisor, OHS Triana Primadewi tengah menggunakan sound level meter untuk mengukur dan memastikan tingkat dan kontrol risiko kebisingan di sekitar area kerja Tambang Emas Martabe. (Batakpost.com/Humas PT. AR)

Hal senada juga disampaikan Direktur Operasional PT. AR, Darryn McClelland. Menurut pria bule itu, Martabe merupakan perusahaan yang menyadari betul pentingnya keberagaman untuk mengembangkan respon cepat dan inovatif terhadap tantangan ke depan. Manajemen perusahaan sangat serius untuk menerapkan kebijakan keberagaman gender.

“Keberagaman gender yang ada di PT. AR telah memberikan banyak manfaat. Di antaranya: Keluasan ide untuk mendukung penyelesaikan masalah, dan kesempatan berinovasi, peningkatan kualitas personal yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan perusahaan, akses yang lebih luas untuk menjaring bakat-bakat potensial dalam rekrutmen karyawan, serta tentu saja pengembangan perspektif yang berbeda dalam lingkungan kerja,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penerapaan keberagaman gender di perusahaan tidak hanya soal kuantitas atau seberapa banyak karyawan perempuan yang ada, tetapi yang paling penting adalah dari sisi kualitas, salah satunya yakni penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keberagaman gender, serta pemberian kesempatan yang sama bagi seluruh gender untuk meningkatkan kemampuan professionalnya.

“The future has no gender.” Semuanya memiliki kesempatan yang sama, porsi kontribusi yang sama, baik untuk keluarga maupun perusahaan. Ke depan, kami percaya keberagaman dapat meningkatkan performa perusahaan dan membuka luas kesempatan bagi kami untuk terus berinovasi,” pungkas Darryn.

Senada dengan itu, Senior Manager Corporate Communications PT. AR, Katarina Siburian Hardono juga menegaskan, tujuan utama perusahaan menerapkan keberagaman gender adalah agar keberagaman gender itu dipandang sebagai sebuah norma, di mana seluruh karyawan berhak mengejar peningkatan kinerja secara profesional sekaligus kepuasan bekerja.

“Kesuksesan penerapan keberagamaan gender di perusahaan kami akan selalu sejalan dengan nilai-nilai inti yakni GREAT (Growth, Respect, Action, Excellence, dan Transparency). Pendekatan keberagaman gender yang sukses, memungkinkan PT. AR menjadi perusahaan yang lebih baik, sehingga mampu terus berkontribusi tak hanya secara internal tapi juga memberikan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan,” kataya.

Untuk diketahui, bawah keberagaman gender di Martabe telah disurvey oleh Wold Bank tahun 2019. Itu sebagai bukti bahwa gencarnya Martabe mengkampayekan keberagaman gender ini sudah dilirik dunia Internasional. (***)

News Feed