oleh

Di Tapteng Ditemukan Situs Langka Yang Berisikan Artefak Kuno

Tapteng, 30/1 (Batakpost.com)- Pemkab Tapanuli Tengah melalui Dinas Pendidikan Tapteng  menggelar Pemaparan Hasil Sementara Penelitian Situs Bongal di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pemaparan ini digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapteng, Drs. Erwin Marpaung mewakili Bupati, Plt Kadis Pendidikan Samrul Bahri Hutabarat, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ketut Wiradnyana, dan Direktur PT. Media Literasi Nesia, Abu Bakar Bamuzaham.

Plt Kadis Pendidikan Tapteng Samrul Bahri Hutabarat, menyampaikan,Tim Peneliti telah menemukan berbagai artefak kuno  tersebar di Situs Bongal yang berada di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Situs Bongal ini memiliki nilai strategis, baik dari sisi ilmu pengetahuan, ekonomi, dan lainnya, yang dapat diajukan nantinya menjadi salah satu kawasan Cagar Budaya di Tapanuli Tengah.

BACA JUGA: Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

“Pada kesempatan ini kita akan mendapatkan progres hasil penelitian sementara, yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara bekerjasama dengan PT. Media Literasi Nesia,” kata  Samrul Bahri.

Peneliti fungsional Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ery Soedewo dan peneliti Fosil  nanusia Purba, Ir.M.Fadlan.S, memaparkan bahwa berbagai artefak di Situs Bongal telah diuji karbon dan diketahui berasal dari abad ke-7 M.

“Berbagai artefak yang ditemukan meliputi keramik dari China, pecahan-pecahan kaca dari Timur Tengah, koin-koin kuno dari jaman Khalifah Abbasiyah, manik-manik dan pecahan kayu yang diduga bagian kapal kuno. Ini mengindikasikan kawasan sekitar Situs Bongal dahulunya maju dan menjadi pusat aktivitas masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Untuk itulah, perlu dilakukan penelitian arkeologis agar dapat dipertanggung jawabkan secara akademis,” ungkap Ery Soedewo.

BACA JUGA: Bummm.. Bom Meldak Dua Kali di Sibolga Dini Hari

Ery berharap penelitian itu nantinya dapat memberikan gambaran baru tentang aktivitas perdagangan laut, sosial ekonomi di kawasan pesisir barat Pulau Sumatera di masa lampau.

Sementara itu Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, Dr. Ketut Wiradnyana  meyampaikan, bahwa rapat tersebut  adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah guna menindaklanjuti berbagai progres pelaksanaan penelitian, permasalahan yang ada di tengah masyarakat tentang keberadaan Situs Bongal, serta pentingnya keberadaan Situs Bongal.

“Situs Bongal ini penting dalam konsep ekonomi, ilmu pengetahuan, dalam bentuk ideologi. Ini sifatnya penting tidak hanya lokal bahkan global. Ini harus kita selamatkan dan untuk itu kita usulkan Situs Bongal harus ditetapkan menjadi Cagar Budaya,” tandasnya. (RED)

News Feed