oleh

Tambang Emas Martabe Sumbang Menara Pandang Pembangunan Kebun Raya Sipirok

Tapsel, 21/8 (Batakpost.com)- PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) berupa pembangunan Menara Pandang di Kebun Raya Sipirok.

Pembangunan menara pandang tersebut diawali groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dihadiri perwakilan manajemen PTAR, Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu, dan Ketua DPRD Tapsel, Husin Sogot Simatupang, serta sejumlah undangan di lokasi Kebun Raya Sipirok, Tapsel, Jumat (14/8).

Direktur Operasional PTAR, Darryn McClelland, menyatakan bantuan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTAR di bidang lingkungan. Melalui program itu, PTAR berkontribusi dalam pembangunan Menara Pandang sebagai salah satu fasilitas pendukung Kebun Raya Sipirok.

“Hal itu terlaksana setelah menerima proposal dan melakukan kajian atas rencana pembangunan Kebun Raya Sipirok dari Pemkab Tapsel,” kata Darryn.

Darryn menjelaskan, bangunan utama Menara Pandang memiliki luas sekitar 580 meter persegi dengan ketinggian 31,5 meter dari permukaan tanah, terdiri dari 7 lantai yang dihubungkan oleh elevator (lift). Seluruh bangunan akan menggunakan pondasi tiang pancang (prestressed concrete pile) yang diikat dengan balok-balok beton bertulang.

”Struktur rangka menggunakan rangka baja dengan konstruksi lantai komposit beton bertulang,” tuturnya.

Darryn menambahkan, kontribusi PTAR dalam pembangunan Menara Pandang dimulai dari perencanaan dan desain bangunan, pekerjaan pondasi tiang pancang, pekerjaan struktur atas, pekerjaan elektrikal sampai ke instalasi elevator (lift). Durasi pekerjaan konstruksi Menara Pandang akan memakan waktu 6-7 bulan dan diperkirakan selesai Februari 2021.

“Setelah selesai, Menara Pandang akan diserahterimakan kepada Pemkab Tapsel untuk dapat dioperasikan dan dipelihara dengan baik, sehingga Kebun Raya Sipirok bisa menjadi salah satu aset dan fasilitas unggulan daerah bagi Tapsel,” tukasnya.

Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PTAR atas kontribusinya bagi pengembangan Kebun Raya Sipirok dengan membangun Menara Pandang.

“Kita harapkan pada akhir Januari 2021 bisa soft opening,” harap Syahrul singkat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Sipirok, Awaluddin Pulungan, menjelaskan Kebun Raya Sipirok akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka di Tapsel dan sekitarnya. Juga akan menjadi tujuan atau destinasi wisata di wilayah Tapsel. Pembinaannya akan mendapatkan pendampingan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Adapun Kebun Raya Sipirok ini didukung karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) sebagai pekerja yang militan tentang Perkebunrayaan dan sudah mendapat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)  dari LIPI tentang Teknik Perkebunrayaan dan Diklat  Global Positioning System (GPS) dan  Sistem Informasi Geografis (GIS) dari Pemkab Tapsel,” kata Awaluddin.

Sesuai master plan lanjut Awaluddin, Kebun Raya Sipirok terbagi ke dalam beberapa zonasi, yakni zonasi kayu-kayuan, zonasi pakan orang utan, zonasi tanaman industri, dan lainnya. Saat ini akunya, sejumlah tumbuhan yang ada di dalam Kebun Raya, merupakan hibah dari LIPI dan hasil eksplorasi mandiri dari UPTD Kebun Raya Sipirok.

“Yang tengah dilakukan saat ini adalah penanaman buah lokal endemik Tapanuli yang sudah hampir punah. Diantaranya Hapundung, Bukbak, hopong, salak merah dan lain-lain,” ujarnya.

Tapsel merupakan salah satu wilayah ekoregion hutan hujan pegunungan Sumatera yang masih memiliki beberapa kawasan hutan alami. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa endemik diperkirakan masih hidup dan berkembang di kawasan hutan.

Tapsel adalah kabupaten yang terus berkembang dan memiliki perhatian serta kepedulian untuk menjaga dan menyelamatkan keanekaragaman hayati di wilayahnya. Untuk itu lah Tapsel membangun dan mengembangkan Kebun Raya sebagai sarana wisata pendidikan lingkungan.

LIPI kemudian menyambut baik rencana ini dengan menandatangani Nota Kesepahaman antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor: 013/KS/LIPI/V/2018 dan Nomor: 070/2900/2018 tentang Penelitian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (Ril)

 

News Feed