oleh

Bupati Nikson Siapkan Aplikasi Online dan Gratiskan Biaya Ijin UKM

Taput, 14/8 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan memberikan perhatian serius dan dukungan kepada para pelaku UKM yang ada di daerahnya. Salah satunya, mempersiapkan aplikasi online untuk mendukung pemasaran UMKM Tapanuli Utara.

Demikian dijelaskan Bupati ketika menerima audensi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tapanuli Utara bertempat di Sopo Rakyat, Rumah Dinas Bupati, Tarutung, Kamis (13/8/2020).

“Semua pelaku UMKM Tapanuli Utara harus bersatu dalam satu asosiasi sehingga memudahkan pemerintah menentukan regulasi mendukung peningkatan usaha termasuk upaya pengembangan sebagai salah satu pusat oleh-oleh dari Tapanuli Utara. Asosiasi yang dibentuk ini tidak perlu eksklusif agar tidak terjadi pengkotakan, semua usaha harus terlibat dalam kepengurusan tersebut,” ujar Nikson.

Salah satu bentuk perhatiannya kata Nikson, sedang mempersiapkan suatu aplikasi online untuk mendukung pemasaran UMKM Tapanuli Utara. Dengan adanya data lengkap nantinya akan memudahkan kita dalam membuat suatu kebijakan maupun regulasinya. Pengurusan ijin usaha industri rumah tangga di Tapanuli Utara digratiskan. Kita siap memfasilitasi pengurusan ijin di luar wewenang Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Kita juga akan upayakan agar pasar-pasar modern di Tapanuli Utara untuk turut memasarkan produk UMKM kita ini.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan, bahwa tantangan saat ini memang berat, tetapi kita harus siap menghadapinya. Tetap semangat dalam berusaha dan tidak lupa berdoa.

“Saya berharap seluruhnya mampu kerja sama dan saling mendukung. Yang paling utama adalah kreativitas kita masing-masing sehingga UMKM maju dan perekonomian mampu bangkit kembali,” imbuh Bupati dua periode itu.

Sementara itu Ketua Dekranasda Taput, Ny. Satika Nikson Nababan memberikan semangat kepada para pelaku UKM. Ia menjelaskan beberapa strategi dalam peningkatan usaha.

“Kalau ingin maju, kita harus siap mengakui kekurangan masing-masing. Kita harus belajar dari usaha yang sudah maju. Pertama-tama kita harus bisa menentukan apa tujuan usaha kita apakah nama atau uang, sehingga kita bisa menentukan konsep pemasaran yang bagaimana yang akan menjadi pilihan terbaik. Saya juga mengajak kita semua sebagai yang terlebih dahulu memasarkan produk kita sendiri dengan cara menggunakan produk kita sendiri,” urainya.

Ketua Dekranasda Taput, Ny. Satika Nikson Nababan, saat memberikan saran dan masukan untuk kemajuan produk UKM yang ada di Taput. (batakpost.com/Ist)

Setelah itu lanjutnya, kita sama-sama membuka pikiran, jangan selalu berpikiran negatif harus positif agar anugerah Tuhan selalu bertambah untuk kita.

“Mari ciptakan kreativitas, Bapak Bupati bersama Dekranasda siap mendukung. Saya melihat hasil produksi kita memiliki kualitas yang baik, namun itu harus didukung dengan penampilan dan keramahan yang konsisten,” jelasnya menyemakati.

Pertemuan yang dihadiri Kadis Koperasi dan UMKM Marco Panggabean, Kadis Perijinan Anas Siagian, Kadis Kesehatan Alexander Gultom, Kepala Badan Kesbangpol Hendrik Surbakti itu, merupakan lanjutan kegiatan Seminar Online IV yang diadakan oleh Komunitas Masyarakat Danau Toba (KMDT) dengan tema peran serta Koperasi UMKM menopang ekonomi kerakyatan kawasan Danau Toba Era Jokowi II.

Di mana pada pertemuan Seminar Online IV itu itu Bupati Tapanuli Utara sebagai salah satu narasumber, memberikan beberapa masukan serta menjelaskan kendala yang dihadapi para pelaku UMKM. Salah satunya adalah permodalan yang tidak didukung oleh regulasi Pemerintah Pusat.

“Saya berharap dukungan dan perhatian Pemerintah Pusat dalam peningkatan SDM seperti pelatihan para pelaku UMKM, pemberian dana oleh Pemerintah harus dibarengi dengan pelatihan. Saya juga sampaikan bahwa pengurusan ijin usaha industri rumah tangga di Tapanuli Utara tidak diperbolehkan memungut biaya. Saat ini sedang kita upayakan agar berbagai usaha pasar modern yang ada di Taput turut memasarkan produk UMKM kita,” bebeber Bupati saat itu.

Ada pun para pelaku UKM yang hadir dalam audensi itu, perwakilan penenun, penjahit, kerajinan aksesoris dan berbagai usaha kuliner. (RIL)

 

News Feed