oleh

BI Akan Jadikan Salah Satu Pasar di Sibolga Sebagai Pilot Project QRIS

Sibolga, 12/7 (Batakpost.com)- Bank Indonesia (BI) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), berencana membuat salah satu pasar di Kota Sibolga menjadi “Pilot Project” pengunaan dan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi pembayaran.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sibolga, Suti Masniari Nasution, pihaknya nanti akan coba berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga, untuk mewujudkan rencana tersebut. Pasar mana di Kota Sibolga nantinya yang paling siap untuk menggunakan/memanfaatan QRIS.

“Kita berharap Pilot Project ini dapat dilaksanakan dan akan kita koordinasikan nanti dengan Pemda atau UPT Pasar terkait serta lainnya,” kata Suti, saat menggelar Media Briefing tentang Sinergi KPw BI Sibolga atasi Dampak COVID-19 dan Optimalisasi di Era New Normal di kantor KPw BI Sibolga, Jumat (11/7).

Suti mengatakan, penggunaan QRIS cukup memberikan banyak manfaat, bukan hanya kedepannya, tapi di era new normal/life style sekarang ini. Bagi pedagang, dapat membantu kredit profile untuk lebih mudah mendapatkan pinjaman, menerima pembayaran secara higenis sehingga terhindar dari virus Corona (Covid-19) dan menghindari pencurian uang dan uang palsu, karena transaksi langsung lewat rekening serta mengikuti tren hingga meningkatkan penjualan serta murah dan bebas biaya dan lain sebagainya.

“Sementara bagi masyarakat, tidak perlu repot lagi membayar dengan uang tunai dan tidak perlu repot lagi dengan kembalian uang pecahan kecil serta tidak perlu lagi bersentuhan dengan orang lain. Pembayaran dengan QRIS cepat, mudah dan terjaga keamanannya,” ujarnya.

Suti pun mendorong Pemda untuk bertransaksi non tunai dengan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP). Karena hal itu kata dia, pada akhirnya nanti akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga percepatan dan perluasan digitalisasi daerah menuju new normal.

“Sekarang, sebuah keniscayaan bahwa tidak ada lagi transaksi yang tidak didorong ke arah digital, hidup kita saat ini sudah sangat lengkap dengan dunia digital. Terima atau tidak, digitalisasi itu ada dan kita harus bisa terlibat di dalamnya dan mengikuti arus,” ucapnya.

Terkait ETP tersebut, pemanfaatan QRIS aku Suti, merupakan solusi yang terbaik, terutama untuk penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lainnya. Memang dia mengakui, ada beberapa tahapan mulai dari transaksi domestik dan transaksi cross border serta transaksi cross border inbound yang menyasar wisatawan manca negara dan Tenaga Kerja Indonesia TKI), khususnya dari ASEAN. Kemudian transaksi cross border outbound yang menyasar jemaah haji dan wisatawan Indonesia yang keluar negeri.

“Kita melihat, bahwa elektronifikasi transaksi pemerintah ini akan dapat meningkatkan optimalisasi PAD, kemudahan usaha dan tata kelola pemerintahan. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan ETP dapat menjaga resiliensi perolehan PAD, baik dalam kondisi pertumbuhan ekonomi normal maupun kontraksi,” tuturnya.

Jadi lanjut Suti, dengan adanya digitalisasi ini, jumlahnya bisa dikontrol dan bisa langsung masuk ke rekening pemerintah. Dari sisi peningkatan PAD, dari hasil estimasi BI di 2020 ini, ETP secara signifikan meningkat PAD nya, apabila pemanfaatan masyarakat terhadap ETP sudah cukup tinggi.

“Dalam skenario pertumbuhan ekonomi yang berjalan normal, berat, dan sangat berat sekalipun, ETP mampu meningkatkan upaya menjaga PAD. Dari 9 daerah pelaksana pilot project, ETP berkontribusi terhadap peningkatan PAD sebesar 11,1% (yoy) dan peningkatan PAD rerata hingga mencapai 14%,” imbuhnya.

Dari sisi transparansi dan akuntabilitas ungkapnya, peningkatan pengelolaan keuangan daerah bisa dan sangat dijamin keberadaannya, karena memasukkan peningkatan PAD sebagai faktor keberhasilan program pemberantasan korupsi integrasi.

“Tidak ada kebocoran pada transaksi menggunakan ETP yang tercatat. Semuanya itu diyakini transparansinya cukup baik. Dan kita lihat pemanfaatan QRIS sebagai solusi transaksi pembayaran ETP,” pungkasnya.

Sekedar menambahkan, menggunakan QRIS bisa melalui 2 metode, yaitu Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM). Maksudnya, QR Code bisa diberikan oleh merchant (Pedagang) atau tempat melakukan transaksi, baik itu di meja kasir, maupun di alat pemindai QR Code yang disediakan oleh penyedia QR Code, atau dari struk transaksi. Cukup menunjukkan QR Code pada layar ponsel untuk dapat di scan oleh alat QR Scanner yang tersedia di tiap lokasi transaksi.

Apabila belum memiliki akun, maka harus registrasi terlebih dahulu mengunduh aplikasi salah satu Penyedia Jasa Sistem pembayaran (PJSP) berijin QRIS yang terdaftar seperti ShoopePay, GoPay, DANA, LinkAja OVO, Paytren, t-money dan lainnya. Lakukan registrasi sesuai prosedur PJSP tersebut lalu isi saldo pada akun. Gunakan untuk melakukan pembayaran pada merchant QRIS sesuai petunjuk di aplikasi anda. Buka aplikasi, cari icon scan/gambar QR/pay, scan QRIS merchant, masukan nominal, masukan PIN, klik bayar, liat notifikasi.

Sebagai merchant, apabila belum memiliki account, buka terlebih dahulu dengan datang ke kantor cabang atau mendaftar online pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS. Lengkapi data usaha dan dokumen yang diminta oleh PJSP tersebut dan tunggu proses verifikasi, pembuatan merchant ID dan pencetakan kode QRIS oleh PJSP. PJSP akan mengirimkan sticker QRIS lalu Install aplikasi sebagai merchant QRIS. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed