oleh

KAMI Gelar Webinar Bertajuk Kesiapan Pemda Nisel Dalam Menghadapi “New Normal”

Nisel, 16/6 (Batakpost.com)- Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ‘New Normal’ yang dicetuskan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19, Kaum Milenial Indonesia (KAMI) Kabupaten Nias Selatan, melaksanakan Diskusi Daring pada tanggal 15 Juni 2020, Dengan topic “Kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan dalam menghadapi New Normal di Era Covid-19”.

Diskusi ini dilaksanakan melalui aplikasi video conference dan disiarkan secara live yang diikuti oleh seratusan peserta di Nias Selatan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Sebagai Keynote speaker pada acara tersebut tersebut, Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH, MH, dalam materinya menjelaskan beberapa langkah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, diantaranya (1). Sosialisasi kepada masyarakat untuk membudayakan gaya hidup sehat sesuai dengan protokol kesehatan. (2). Refocusing anggaran guna pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu, Bupati Nias Selatan juga menyampaikan agar kaum muda turut aktif menjadi motor penggerak dalam menjalankan protokol kesehatan ditengah-tengah masyarakat sehingga pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Nias Selatan dapat berjalan lebih efektif sesuai dengan tatanan New Normal.

Dilanjutkan oleh Sekretaris Jendral DPP KNPI, Jackson Kumaat, SE mengatakan bahwa kita harus memfokuskan untuk kembali mengajak dan mengingatkan masyarakat kita untuk lebih berhati-hati dan tentunya juga tidak lepas mengikuti arahan dari protokol dalam tatanan New Normal. Dalam materinya, ia juga menegaskan supaya Pemerintah Daerah hingga tingkat desa  jangan diam untuk menyampaikan informasi dan sosialisasi terkait protocol kesehatan dan tatanan new normal supaya tetap diikuti secara konsisten oleh masyarakat. Gugus Tugas COVID-19 di daerah juga harus lebih instensif untuk turun ke lapangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Saya pernah ke Nias Selatan, saat itu kita turut membantu proses pembangunan listrik di beberapa daerah salah satunya adalah Nias Selatan. Ia juga mengajak Segenap pemuda harus mengambil peran, bekerjasama dan bersatu untuk menghadapi situasi saat ini serta mendukung pemerintah untuk mengatasi pandemi ini. Pemuda jangan tinggal diam, pemuda harus bergerak. Mari saling menjaga dan melindungi.

Menutup materinya, Jackson menyampaikan, hal yang paling berharga dimiliki pemuda adalah teman-temannya.

Sementara itu narasumber dari akademisi, Dr. Martiman S Sarumaha yang juga merupakan Ketua STKIP Nias Selatan dalam diskusi tersebut memaparkan, bahwa dalam menghadapi COVID-19  sebagai tantangan bagi kita masyarakat, Pemerintah dan Negara yang dimana tantangannya yaitu apakah kita menjadi pemenang/winner dan atau kita menjadi pecundang/loser.

“Tentunya kita harus membangun optimisme, keterampilan, visioner dan kreatifitas di tengah pandemic ini. Seluruh stakeholder harus bekerjasama untuk dapat menghadapi situasi saat ini. Selain itu fasilitas sarana dan prasarana, regulasi, edukasi harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Dalam materinya, Dr. Martiman menegaskan untuk juga memperhatikan dan memberdayakan petani. Petani adalah pahlawan ditengah pandemic ini yang diharapkan untuk tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok bahan pangan. Petani adalah kekuatan ketahanan pangan yang harus menjadi prioritas untuk diperhatikan oleh pemerintah ditengah situasi saat ini.

Selain itu, sebutnya, saat ini mahasiswa Kampus STKIP Nias Selatan telah mencoba membuat Hand Sanitizer yang dibuat dari bahan lokal sebagai bentuk inovasi menghadapi new normal dalam membantu pemerintah dan masyarakat sekaligus juga untuk mendorong kemandirian masyarakat untuk bisa berdaya dan berinovasi dalam menghadapi pandemic COVID-19 ini.

Turut sebagai narasumber, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pdt. Berkat K. Laoli, S.Pd yang dalam materinya menyampaikan bahwa akhir-akhir ini banyak dampak lintas sektor yang dihadapi akibat Pandemi COVID-19.

Terkait New Normal, masyarakat tidak boleh lengah. Harus tetap berpedoman pada arahan dan protocol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan diadakannya Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (FORKOPIMDA) di se-Kepulauan Nias, telah menyatakan sikap bahwa bahwa Pemerintah Daerah di Kepulauan Nias harus siap menghadapi Pandemi COVID-19 ini dengan meminta dukungan diberbagai pihak dan sekaligus mengikuti Protokol demi keselamatan kita bersama dan bukan hanya itu, Pemerintah Kepulauan Nias merencanakan beberapa aturan untuk lebih berhati-hati demi keselamatan masyarakat dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang kita hadapi saat ini.

Diskusi daring ini dipandu oleh Sekedar Waruwu sebagai moderator.  Selama diskusi beberapa pertanyaan dan tanggapan disampaikan oleh peserta secara langsung kepada narasumber dan langsung ditanggapi oleh pemateri. Peserta yang tergabung dalam diskusi ini terdiri dari Kepala Desa, Camat, Guru Sekolah, Organisasi Pemuda dan Mahasiswa, Dosen, Mahasiswa dan masyarakat Umum.

Pada acara diskusi itu, Founder KAMI, Swangro Lumbanbatu, ST., M.Si, menyampaikan untuk bersama-sama mengajak para kaum Milenial untuk mengambil peran menghadapi Pandemi COVID-19, dan kepada berbagai pihak manapun demi kemajuan bangsa dan Negara kita.

“Dengan adanya Kaum Milenial Indonesia (KAMI) hadir bukan hanya sekedar mengkritik segala sesuatu tetapi menjadi solusi dimana pun berada.

Kaum Millenial Indonesia (KAMI) Kabupaten Nias Selatan, melalui Direktur Kabupaten  Eriusman Duha, SH  menyampaikan sikap bahwa KAMI Kabupaten Nias Selatan siap berperan aktif memberikan masukan solutif, turut membantu dan mendukung upaya pemerintah daerah dan siap bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk bersama-sama mencegah penyebaran pandemic COVID-19, dan sosialisasi tatanan New Normal di tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Nias Selatan. (rel KAMI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed