oleh

Dinkes Sibolga Ambil Sempel Cairan Personel Polisi Yang Reaktif

Sibolga, 13/6 (Batakpost.com)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), telah mengambil sampel cairan dari hidung dan tenggorakan empat personil polisi yang dinyatakan reaktif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test Kepolisian Resort (Polres) Sibolga pada Rabu (10/6) lalu untuk diperiksa lebih lanjut, apakah mereka positif terpapar COVID-19 atau tidak. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode Swab dengan menggunakan alat Polimerase Chain Reaction (PCR).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sibolga, Firmansyah Hulu, mengatakan pengambilan sampel itu dilakukan pada Rabu itu juga paska keempat personil kepolisian itu dinyatakan reaktif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test tersebut. Hasilnya telah dikirim ke Dinkes Sumut untuk ditindaklanjuti dan diperiksa ke Laboratorium Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Sumatera Utara (USU), guna memastikan kondisi kesehatan keempat personil Polres Sibolga tersebut, apakah positif terpapar COVID-19 atau tidak.

“Sekarang kita sedang menunggu dan kemungkinan hasilnya baru keluar dalam waktu seminggu kedepan,” kata Firman dalam keterangannya, Kamis (11/6), terkait tindak lanjut penanganan keempat personil polisi Polres Sibolga yang reaktif COVID-19 itu.

Firman juga mengatakan Dinkes Sibolga juga telah melakukan tracing atau melacak riwayat kontak (tracing contact) empat personil polisi yang dinyatakan reaktif COVID-19 tersebut. Didapatkan keluarga dan beberapa orang yang diduga pernah kontak dengan keempat personil polisi tersebut dan telah dilakukan penanganan berupa permintaan untuk melakukan isolasi (Karantina) mandiri dirumah masing-masing.

“Keluarga dan orang yang diduga pernah kontak dengan mereka (keempat personil polisi) ini telah kita lakukan isolasi (karantina) mandiri hari itu juga,” ungkapnya.

Namun terkait kondisi keempat personil Polres Sibolga itu, Firman yang pada kesempata itu didampingi Sekretaris Dinkes Sibolga, Dona Pandiangan, selaku tenaga dokter di Tim Gugus Tugas yang khusus menangani warga yang menjalani karantina di tempat isolasi di wisma atlet Aek Parombunan, Sibolga, berharap sekaligus meminta kepada semua orang untuk tidak berpikir dan berpandangan lain terhadap hasil rapid test keempat personil Polres Sibolga tersebut.

Dia menjelaskan rapid test merupakan sebuah skrining atau alat untuk memutus lebih cepat rantai penyebaran COVID-19 dan bukan alat diagnostik untuk menentukan seseorang positif COVID-19 atau tidak.

“Maka itu, istilah yang dipakai dari hasil rapid test bukan positif atau negatif, tetapi reaktif dan non reaktif. Artinya apa? Bahwa di tubuh seseorang itu sebenarnya pasti sudah terbentuk antibodi yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus itu bisa disebabkan oleh virus Corona dan tidak. Artinya infeksi virus itu bisa memengaruhi hasil rapid test. Maka untuk penegasan diagnostik hasil rapid test seseorang positif atau tidak dari virus Corona dilakukan Swab-PCR. Disitu lah nanti hasilnya positif atau tidak. Untuk sekarang masih bisa ya dan tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 55 personil Polres Sibolga menjalani rapid test di Aula Wira Pratama Mako Polres Sibolga, Rabu (10/6). Hasilnya, empat personil kepolisian itu dinyatakan reaktif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test tersebut.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, mengatakan rapid test itu dilakukan untuk mengetahui dan memastikan kondisi kesehatan serta kemungkinan ada tidaknya anggota polisi yang terpapar COVID-19. Selama ini personil polisi menjadi salah satu garda terdepan dalam melakukan pencegahan COVID-19 di masyarakat.

“Selain itu, personil Polres Sibolga juga bertugas memberikan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed