Dari Sibolga dan Tapteng Rp1,311 Miliar Dana BST Dikembalikan

oleh
Warga saat mendatangi kantor pos untuk mengambil BST. Dari data kantor pos sebanyak 2.185 warga Sibolga-Tapanuli Tengah tidak mengabil BST, karena berbagai alasan. (batakpost.com/RED)

Sibolga, 12/5 (Batakpost.com)- Sebanyak 2.185 warga Sibolga-Tapanuli Tengah, tidak mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama dari pemerintah yang disalurkan melalui Kantor Pos setempat. Sementara batas pengambilan sudah berakhir pada hari Kamis (11/6).

Dari data tersebut kalau dijumlahkan dengan besaran bantuan Rp600 ribu/ keluarga, maka total dana BST yang dikembalikan ke Kementerian Rp1,311 miliar.

Menurut keterangan Kepala Kantor Pos Sibolga yang juga menaungi Kantor Pos Tapteng, Agus Saeful, penyebab tidak diambilnya BST tersebut dikarenakan berbagai hal, diantaranya, penerima bantuan sudah meninggal dan tidak ada ahli waris. Alamat penerima sudah pindah. Datanya dipending Dinas Sosial, atau tidak diketahui lagi keberadaan penerima.

“Sesuai hasil data terakhir, untuk Kota Sibolga ada 973 warga yang tidak mengambil bantuan dari total penerima 7.460 orang. Untuk Tapanuli Tengah sebanyak 1.248 orang dari 14.249 penerima,” terang Agus, Jumat (12/6).

Ia pun mengakui bahwa proses penyaluran BST tahap pertama berlangsung baik dan aman, dan saat ini sedang berlangsung proses penyaluran BST tahap kedua.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan TNI dan Polri dan semua pihak yang telah membantu Kantor Pos dalam penyaluran bantuan ini,” ucapnya.

Terkait penerapan protokoler kesehatan COVID-19 dalam penyaluran BST, Kantor Pos membuat jadwal, sehingga tidak terjadi penumpukan. Selain itu juga, bagi penerima bantuan yang tidak mengenakan masker tidak dilayani. Sedangkan sarana air bersih dan sabun untuk cuci tangan disediakan pihak Kantor Pos. (RED)