BI Sibolga Salurkan 190 Paket Sembako Untuk Keluarga Kurang Mampu di Sibolga-Tapteng

oleh
KPw BI Sibolga Suti Masniari menyerahkan bantuan paket sembako kepada Sibolga Community untuk disalurkan ke masyarakat yang kurang mampu yang ada di Sibolga-Tapteng. (batakpost.com/Ist)

Sibolga, 20/5 (Batakpost.com)-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga menyalurkan 190 paket bantuan sembako untuk warga kurang mampu di Sibolga dan Tapteng yang terdampak Covid-19.

Penyaluran bantuan pangan itu disalurkan melalui Sibolga Community, yang penyerahannya dilakukan di Graha Aulia Kantor Bank Indonesia (KBI) Sibolga, Selasa (19/5/2020).

Ada pun isi paket sembako yang disalurkan terdiri dari, beras premium 15 kg, 30 butir telur ayam, 1 kardus mi instan, 4 sachet vitamin, 1 lusin susu formula ukuran sedang, 1 lusin susu formula ukuran kecil, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, serta masker.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Suti Masniari Nasution didampingi Asisten Manajer Unit Pengembangan Ekonomi, Arif Wahyu Hidayat, dan Dian Viany, menjelaskan, bantuan sembako itu sebagai wujud kepedulian Bank Indonesia kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kegiatan ini merupakan program sosial Bank Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pada masa pandemi covid-19. Banyak warga yang terdampak dari sisi ekonominya, jadi kita memberikan kepada masyarakat yang benar membutuhkan bantuan,” kata Suti.

Dia menjelaskan, BI Sibolga sebelumnya juga sudah memberikan bantuan serupa untuk masyarakat di Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya. Selain itu, juga bantuan peralatan kesehatan dan alat pelindung diri (APD) di RSU dr FL Tobing Sibolga dan RSU Pandan.

“Sesuai ketentuan, BI bermitra dengan komunitas dalam proses pendistribusian bantuan. Di Kota Padangdisimpuan, kita bermitra dengan GenBI. Dan di Sibolga, kita dengan Sibolga Community,” terang Suti Masniari Nasution.

Dia berharap, mitra kerja komunitas tersebut menyalurkan amanah BI Sibolga sesuai dengan peruntukannya, yakni mendistribusikan kepada warga yang sangat membutuhkan, sehingga tepat sasaran.

“Mekanismenya, melakukan pendataan ke rumah-rumah warga. Melihat rumahnya dan difoto, kondisinya seperti apa, sedikit wawancara, kemudian datanya disampaikan semua kepada kami,” ujarnya.

Pihaknya juga berpesan, jangan sampai terjadi double pemberian, sehingga program ini bisa sedikit memberikan pemerataan kepada masyarakat yang terdampak. (RED)