oleh

Gugus Tugas Covid-19: Masyarakat Boleh ke Luar Rumah Cari Nafkah, asal…

Jakarta, 12/5 (Batakpost.com)- Tim Pakar Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Beta Yulianita Gitaharie menyebutkan, masyarakat masih tetap bisa beraktivitas ke luar rumah untuk mencari nafkah di tengah pandemi Covid-19. Namun dalam melakukan aktivitasnya itu, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. “Saya rasa masyarakat masih bisa tetap melakukan aktivitas dengan tetap disiplin dalam memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” ujar Beta dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (12/5/2020).

Protokol kesehatan tersebut antara lain dengan mengenakan masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, menjaga imunitas, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan lainnya. Ia mengatakan, patut diakui bahwa pandemi Covid-19 ini membuat situasi kurang menguntungkan bagi mereka yang bekerja di sektor informal dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Tak heran jika para pekerja informal harus tetap beraktivitas keluar rumah agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Ditambah lagi, data Kementerian Ketenagakerjaan yang menunjukkan 6 juta pekerja di sektor formal terkena imbas, mulai dari dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Situasi ini kurang menguntungkan. Mereka yang mempunyai atau kehilagan pekerjaan punya piilihan apakah akan tetap menganggur atau bergeser ke sektor informal, tapi apapun pilihannya mereka harus penuhi kebutuhan hidupnya,” kata dia.

Meski pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan berdampak secara terhadap aktivitas dan ekonomi masyarakat, tetapi hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19. Caranya adalah agar masyarakat melakukan seluruh aktivitasnya di rumah, baik bekerja, belajar, maupun beribadah.

Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Selama penerapan PSBB, ada beberapa sektor yang aktivitasnya tidak boleh berhenti. Antara lain pekerja di sektor kesehatan, bahan pangan, makanan dan minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logsitik, industri strategis, konstruksi, layanan dan utilitas publik, industri objek vital nasional/objek tertentu, dan sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, di Indonesia terdapat 130 juta angkatan kerja yang diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian. Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Tren Kasus Covid-19 di Jabar Menurun Seiring PSBB

“Angkatan kerja produktif ini mereka harus tetap sehat, beraktivitas. Sekarang mereka hanya bisa bekerja di bidang-bidang yang diperbolehkan berdasarkan peraturan PSBB,” kata dia.

Dengan demikian, kata dia, angkatan kerja yang berusia kurang dari 45 tahun, bisa bekerja di bidang-bidang yang diperbolehkan oleh PSBB tersebut. Beta juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik jelang Idul Fitri demi mencegah agar penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi. (kompas.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed