oleh

Di Tengah Merebaknya Virus Corona Omset Pedagang Bandrek Justru Meningkat

Pandan, 13/4 (Batakpost.com)-Setiap peristiwa selalu ada hikmahnya. Mungkin petuah itulah yang dirasakan oleh Syaiful Rahmad (18), seorang pedagang bandrek susu di simpang lampu merah Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dimana setelah merebaknya virus corona, penjualan bandrek olahan milik keluarga Syaiful justru mengalami peningkatan omset. Kalau selama ini sebelum ada virus corona, pria lajang itu hanya mampu menjual bandrek 1 sampai 1,5 dandang. Namun sejak peristiwa wabah virus corona, penjualannya meningkat menjadi 2 sampai 2,5 dandang bandrek.

Setiap hari Syaiful dibantu bibiknya menggelar dagangan sekitar pukul 17.00WIB dan tutup pukul 02.00WIB. Lokasinya yang berada di persimpangan lampu merah Pandan menambah letak strategis usahanya. Untuk satu gelas bandrek komplit pakai telur dan susu dibadrol Syaiful Rp11.000. Sedangkan bandrek tanpa telur atau hanya pakai susu seharga Rp9.000/gelasnya. Untuk bandrek polos tanpa susu dan telur hanya Rp6.000/gelas.

Harga tersebut menurut Syaiful sudah mengalami kenaikan Rp1.000/gelas, dikarenakan mahalnya bahan dasar bandrek, yaitu jahe merah.

“Sekarang jahe merah melonjak harganya dari Rp30.000/kg, menjadi Rp80.000. Itupun agak sulit dapatnya. Demikian juga harga gula merah mengalami kenaikan. Terpaksalah harga kita naikkan Rp1.000/gelas, supaya tertutupi biaya operasional. Walaupun ada kenaikan harga, peminat bandrek terus meningkat, mungkin karena khasiat jahe merah dan rempah-rempah yang bagus untuk kesehatan, bahkan katanya baik untuk melawan virus corona,” kata Syaiful kemarin malam.

Usaha bandrek Syaiful yang diberi nama Bandrek Pertemuan adalah usaha turun temurun. Racikan khas dari ibunya Lina Yanti Hutabarat mampu dipertahankan hingga sekarang. Ciri khas itulah yang selalu diingat para pembeli Syaiful.

“Saya sudah 3 tahun meneruskan usaha bandrek ibu saya ini. Alhamdulillah sampai saat ini pelanggannya terus ada, karena racikan kami ini alami dan menggunakan rempah-rempah olahan, bukan saset. Dan sejak diberlakukannya larangan berkumpul akibat penularan virus corona, pelanggan lebih banyak yang membungkus untuk dinikmati di rumah. Kalau pun ada yang minum di sini, mereka tidak mau berlama-lama. Habis minum bandrek langsung pulang,” ujarnya.

Walaupun omset usahanya meningkat sejak adanya wabah virus corona, Syaiful tetap berharap agar virus corona segera berlalu. Karena baginya tidak sebatas keuntungan yang diharapkan melainkan kesehatan juga.

“Kalau masalah rezeki bang itu sudah diatur yang di atas, asalkan kita berusaha dan berserah selalu ada rezeki yang disediakan. Doa dan harapan saya segeralah virus corona ini musnah agar hidup kita bisa seperti dulu nyaman ke mana-mana dan tidak merasa takut,” pintanya. (HAT)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed