oleh

Tambang Emas Martabe Sosialisasikan Praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada Pelajar Batangtoru

Batangtoru, 16/2 (Batakpost.com)-PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar. Pada perayaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Tambang Emas Martabe mengenalkan dan menyosialisasikan praktik K3 kepada para pelajar di SMP Negeri 2 Batangtoru, Sabtu, 15 Februari 2020.

Direktur Operasional PT Agincourt Resources Darryn McClelland menyebutkan, perayaan Bulan K3 di Tambang Emas Martabe tak hanya menyoal implementasi K3 untuk pertambangan berkelas dunia, tapi juga bagaimana menularkan praktik tersebut kepada masyarakat. Adapun, tema perayaan Bulan K3 pada tahun ini adalah “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.

“Keselamatan adalah tentang kita, dan bagaimana kita sebagai manusia berinteraksi dengan lingkungan, baik di tempat kerja, maupun rumah. Kita semua harus memastikan bahwa kita mengerti dengan benar dan baik bagaimana menjaga keselamatan di manapun. Oleh karena itu, pada perayaan Bulan K3 tahun ini, kami ingin memperkenalkan dan menyebarluaskan mengenai praktik keselamatan pertambangan dan berlalu lintas kepada para pelajar di Batangtoru,” jelas Darryn McClelland.

Terkait dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, Tambang Emas Martabe tak hanya menyosialisasikan bagaimana adab berkendara di jalan raya, tapi juga bagaimana menjaga keselamatan jika berjalan kaki, memiliki rumah di pinggir jalan raya, dan lainnya. Pada kesempatan yang sama Tambang Emas Martabe juga menggelar Kompetisi Poster Keselamatan Indonesia dengan tema “Aku dan Keluargaku Aman dan Selamat” yang diikuti oleh ratusan pelajar di Batangtoru.

Lebih lanjut Darryn McClelland menjelaskan, secara internal, Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk terus mempertahankan tidak ada kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan jam kerja (Lost Time Injuries) sepanjang tahun ini. Tak hanya itu, perusahaan juga terus berupaya meningkatkan pemahaman para karyawan terhadap praktik K3.

“Sepanjang 2019, praktik keselamatan dan kesehatan kerja di Tambang Emas Martabe dan seluruh kontraktor telah mencapai skor 80,6% dan termasuk berkinerja baik berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Kementerian ESDM). Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja tersebut pada tahun-tahun mendatang.”

Selain kegiatan-kegiatan di atas, Tambang Emas Martabe juga menggelar berbagai kompetisi internal seperti Lomba Penulisan Artikel, Lomba Poster Keselamatan, Lomba Foto dan Pesan Keselamatan, Lomba Video, dan Lomba Fitness Drill. Tak hanya itu, juga dilaksanakan upacara pembukaan Bulan K3, peragaan penyelamatan korban di ketinggian oleh Emergency Response Team (ERT) Tambang Emas Martabe, serta. seminar implementasi SMKP dengan pemateri mantan Kasubdit K3 Kementerian ESDM Eko Gunarto.

Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara.

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya per tanggal 31 Desember 2018 adalah 8,1 juta ounce emas dan 69 juta ounce perak. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe adalah lebih dari 5 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun. PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 2.600 karyawan dan kontraktor, sekitar 98% di antaranya adalah warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN), adalah pemegang saham 95% dari PT Agincourt Resources. PTDTN merupakan anak usaha dari PT United Tractors Tbk. 60% dan PT Pamapersada Nusantara 40%, sekaligus merupakan bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Kepemilikan saham 5% dimiliki  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara. (REL)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed