oleh

Memasak di Dapur Umum dan Berikan Pelatihan bagi Anak-anak

Barus, 1/2 (Batakpost.com)- Peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah cukup menyita perhatian publik, karena korban yang meninggal dunia sebanyak 9 orang, dan ribuan warga harus mengungsi.

Rasa peduli dan dukungan dari berbagai kalangan diwujudnyatakan melalui aktivitas sosial di beberapa lokasi banjir. Salahsatunya pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial Pemkab Tapanuli Tengah.

Di dapur ini aktivitas cukup padat, pasalnya ribuan warga tiga kali sehari mengambil makanan dari dapur umum. Dan untuk membantu petugas dapur, organisasi kaum ibu terlibat langsung untuk memasak dan menyajikan makanan.

Hal itulah yang terlihat kemarin di dapur umum yang berada di depan Posko bencana Tapteng di Jalan Jenderal Sudirman Barus. Dimana Ketua Bhayangkari Polres Tapteng Ny Endah Sukamat bersama anggotanya turun langsung untuk memasak dan melayani warga.

Ketika dikonfirmasi awak media, Endah Sukamat selaku Ketua Bhayangkari menjelaskan, hari pertama peristiwa banjir di Barus, ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi wanita Bhayangkari Sibolga dan Tapteng langsung turun tangan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Berbagai kegiatan mereka lakoni mulai dari memasak di dapur umum, menyajikan makanan, membersihkan sampah, dan kegiatan lainnya. Dan yang tak kalah bermanfaatnya juga adalah, pendampingan pemulihan rasa traumatik kepada anak-anak melalui beragam permainan atau game.

“Alhamdulillah kehadiran kami dapat diterima anak-anak dengan baik,” kata Endah.

Selain melakukan pendampingan kepada anak-anak, ibu-ibu Bhayangkari juga memberikan makanan ringan seperti roti, susu, wafer, dan kebutuhan anak lainnya.

“Sekali lagi kami atas nama ibu-ibu Bhayangkari turut merasakan penderitaan yang dialami para korban. Kiranya kondisi ini cepat pulih agar kegiatan bisa berjalan seperti sedia kala,” pintanya. (RED)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed