Keberhasilan PRCPB Yonif 123/RW Mengevakuasi Korban dari Pengunungan

oleh
Jenazah Ramalan Simanjutak ketika disemayamkan di rumah duka, setelah berhasil dievakuasi tim gabungan dari Satgas PRCPB Yonif 123/RW, Jumat (31/1/2020). (Batakpost.com/RED)

Tapteng, 1/2 (Batakpost.com)- Tim PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam) Yonif 123/RW, berhasil mengevakuasi korban yang ke 9 dari pengunungan. Ada pun korban yang ke 9 yang meninggal dunia akibat banjir Tapteng adalah, Ramalan Simanjuntak (42), warga Desa Parik Sinomba, Kecamatan Barus Utara, Tapanuli Tengah.

Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex kepada wartawan mengatakan, sesuai dengan instruksi dari Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, diminta seluruh jajaran siap membantu korban bencana banjir dan tanah longsor terutama Satgas PRCPB.

Satgas PRCPB Yonif 123/RW bersama dengan tim saat melewati sungai untuk membawa jenazah dari pengungunan menuju rumah duka. (batakpost.com/RED)

“Kita bersyukur atas kerja tim dan pasukan kita yang ada di lapangan, korban yang ke 9 atas nama pak Ramalam Simanjuntak berhasil dievakuasi. Dan sampai saat ini pasukan kita tetap bekerja membantu masyarakat pascabanjir di sejumlah titik longsor yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah,” tegas Dandim.

Untuk diketahui, proses evakuasi terhadap jenazah Ramalan tidaklah mudah. Tim mengalami kesulitan dikarenakan medannya yang cukup sulit dan juga terjal. Tim gabungan juga harus melewati sungai dikarenakan jalan perbukitan rawan longsor. Perjuangan tim gabungan TNI-Polri membuahkan hasil karena korban berhasil dievakuasi dan sudah disemayamkan di rumah duka. (RED)