Berkat Dana Desa Masyarakat Sitardas Melek Teknologi

oleh
Para pelajar dan masyarakat umum tampak seirus belajar menggunakan komputer yang sudah dialiri layanan internet di Desa Sitardas. Dengan menggunakan Dana Desa tahun 2019, layanan internet masuk ke desa ini. (Batakpost.com/RED)

Masyarakat yang ada di Desa Sitardas Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah, sangat bersyukur dan menyambut gembira atas kucuran Dana Desa dari Pemerintah Pusat. Dimana dengan Dana Desa itu, mereka bisa menikmati berbagai fasilitas dan pembangunan di desanya.

Beragam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kucuran Dana Desa tahun 2019 di Desa berpenduduk 600 Kepala Keluarga itu. Seperti, pemberdayaan kelompok Lansia dengan pemberian makanan bergizi dan susu. Pemberian makanan bergizi dan susu kepada Balita dan juga Ibu Hamil dan menyusui, kegiatan pendidikan formal Bimtek kepada aparat desa, pembuatan video pembangunan desa, penyelenggaraan informasi publik desa, sosialisasi hukum bagi masyarakat, Bimtem dan sosialisasi pengawasan pembangunan, pengadaan lampu penerangan jalan, serta pelatihan pendidikan komputer bagi anak sekolah dan masyarakat umum.

Memang kalau dilihat dari jarak tempuh dari Kecamatan Badiri ke Desa Sitardas cukup jauh sekitar 16 KM ditambah dengan infrastruktur yang belum memadahi. Dan ide brilian dari sang Kepala Desa Isafan Gea yang menyambungkan jaringan internet sampai ke desanya sangat disyukuri warganya, sehingga masyarakat di desa itu dapat menikmati fasilitas internet layaknya di perkotaan.

Kegiatan senam bagi masyarakat Lansia di Desa Sitardas. (Batakpost.com/RED)

Kepada Batakpost.com Kepala Desa Isafan Gea mengungkapkan alasan dirinya mencari ide agar akses internet sampai ke desanya.

Menurut pria berusia 39 tahun itu, jauhnya jarak tempuh dari Desa Sitardas ke ibu kota kecamatan Badiri menjadi kendala berat bagi masyarakat khususnya pelajar untuk mendapatkan layanan internet. Karena beragam tugas yang diberikan sekolah harus membutuhkan layanan internet, sementara jarak tempuh cukup jauh ditambah fasilitas jalan yang rusak. Hal itulah memotivasinya untuk menghadirkan jaringan internet.

Upaya yang dilakukan sang Kades membuahkan hasil, jaringan internet melalui provider pembantu singgah ke Desa Sitardas. Dengan Dana Desa ia membeli 10 unit komputer layar LCD lengkap dengan meja dan kursinya serta UPS komputer.

Kehadiran layanan internet dan belajar komputer ini sangat disyukuri masyarakat setempat, khususnya para pelajar, karena mereka tidak kesulitan lagi untuk mencari tugas yang menggunakan jasa internet.

Bukan itu saja, masyarakat umum juga sangat terbantu khususnya mereka yang ingin melamar CPNS, karena sistim ujian CPNS sudah menggunakan sistem CAT dan wajib mengerti mengoperasikan komputer.

“Kondisi itulah yang mendasari kami bersama dengan aparat desa dan masyarakat untuk menghadirkan jaringan wifi internet sampai ke Desa kami ini. Masyarakat sangat gembira khususnya anak-anak kami, karena mereka tidak ketinggalan lagi dengan masyarakat yang ada di perkotaan. Artinya mereka sudah melek teknologi serta tidak minder lagi jika berbicara dengan media sosial dan internet,” ujarnya.

Kades Sitardas Isafan Gea saat memberikan makanan tambahan dan susu kepada kelompok lansia yang ada di desanya. (Batakpost.com/RED)

Selain memberikan pembelajaran komputer, Dana Desa juga digunakan untuk pendidikan masyarakat dengan cara memberikan beasiswa bagi murid yang berprestasi di sekolah tetapi keadaan ekonomi orang tuanya tidak mampu.

“Semua sektor kita manfaatkan melalui kucuran Dana Desa ini, agar masyarakat merasakan perhatian dan sentuhan pemerintah itu. Dengan demikian masyarakat pasti bangga karena diperhatikan dan diberikan fasilitas oleh pemerintah. Dan kami berharap agar kiranya program Dana Desa ini terus ditingkatkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di desa,” terang jebolan STT Tiranus Bandung itu.

Ayah dari dua orang anak itu pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Darwin Sitompul atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada mereka selaku Kepala Desa agar tetap semangat dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Sedangkan kepada masyarakat setempat, Kepala Desa yang jabatannya akan berakhir tangal 13 Desember 2019 ini berharap, agar bersabar jika kebutuhan dan usulan dari masing-masing dusun belum tertampung semuanya, dikarekan anggaran yang terbatas.

Diyakininya selama masa kepemimpinannya perubahan dan pemerataan pembangunan di Desa Sitardas sangat dirasakan masyarakat. Dan jika dipercaya lagi oleh masyarakat untuk duduk sebagai Kepala Desa, maka program lanjutan pembangunan Desa Sitarnas akan semakin meningkat.

“Konsep pembangunan Desa Sitardas ini ke depan sudah ada dibenak saya, dengan konsep itu sangat berdampak terhadap pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena kami melayani sebagai Kepala Desa di tempat ini adalah ketulusan untuk membantu masyarakat,” tandasnya.

Ada pun besaran anggaran Dana Desa tahun 2019 untuk pemberdayaan masyarakat sebesar Rp388.047.000. (RED)