Perayaan Natal IASTA Sibolga-Tapteng Meriah dan Penuh Makna

oleh
Keluarga Besar IASTA Sibolga-Tapteng saat mengumandangkan Koor pada perayaan Natal IASTA yang dilaksanakan di GKPI Muara Pinang, Mingu (1/12). (Batakpost.com/HAT)

Sibolga, 1/12 (Batakpost.com) – Kekompakan antar sesama alumni dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung yang ada di Sibolga-Tapanuli Tengah semakin kuat. Hal itu dibuktikan dengan perayaan Natal yang dilangsungkan hari ini, Minggu (1/12) sore.

Perayaan Natal Ikatan Alumni IASTA ini diikuti keluarga besar dari masing-masing keluarga alumni yang ada di Sibolga-Tapteng dan juga jemaat gereja GKPI Aek Habil, Sarudik tempat perayaan Natal berlangsung.

Dalam laporannya Ketua Panitia Natal Rinaldy Pakpahan, S.Pd menyampaikan, perayaan Natal IASTA Sibolga-Tapteng sebagai bukti nyata kebersamaan antar sesama alumni sesuai dengan tema Natal, “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” (Yohannes 14:14-15), dan subtema, “Dengan semangat Natal hendaklah ikatan alumni IAKN Tarutung wilayah Sibolga-Tapteng menjadi sahabat dan cendikiawan Kristen di lingkungannya.

Anak-anak dari IASTA saat membawakan langu Seribu Lilin dalam perayaan Natal IASTA Sibolga-Tapanuli Tengah, Minggu (1/12) di GKPI Muara Pinang. (Batakpost.com/HAT)

Sementara itu Ketua IASTA wilayah Sibolga-Tapteng, Pnt. Sahat Jason Gultom, S.Th dalam sambutannya menyampaikan, melalui perayaan Natal IASTA kebersamaan dan kekompakan sesama alumni semakin kokoh di kedua daerah.

“Tahun lalu kita merayakan Natal di Panti Asuhan Sion, Aek Horsik Pandan, Tapanuli Tengah, dan tahun ini Natal kita rayakan di Sibolga. Untuk itulah kami mengajak seluruh alumni yang belum bergabung agar ikut bersama-bersama di keluarga besar IASTA Sibolga-Tapteng,” ajaknya.

Disebutkannya, bahwa jumlah alumni IASTA Tarutung yang sekarang sudah menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung cukup banyak. Hanya saja belum semuanya bergabung di ikatan alumni.

Para anggota dan pengurus IASTA Sibolga-Tapteng saat membawakan liturgi Natal, Minggu (1/12) di GKPI Muara Pinang, Sarudik. (Batakpost.com/HAT)

“Hampir 70 persen guru agama Kristen Protestan yang ada di kedua daerah ini alumni IAKN Tarutung, dan sekitar 50 persen sudah menjadi PNS. Itu sebagai bukti bahwa lulusan dari STAKPN yang sekarang sudah menjadi IAKN Tarutung diterima di tengah-tengah masyarakat dan di dunia pendidikan. Demikian juga para pendeta banyak yang ditempatkan melayani di gereja yang ada di Sibolga-Tapteng ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga ia mengajak para alumni STAKPN yang belum bergabung agar sama-sama membesarkan organisasi kebanggaan mereka itu. Karena sekali sebulan dilakukan pertemuan dan sekaligus ibadah bersama ditambah dengan kegiatan sosial kepada anggota alumni.

Para pengurus IASTA Sibolga-Tapteng dan Ketua Panitia Natal, Pengkhotbah foto bersama dengan anak-anak IASTA yang mengiringi lagu pujian Seribu Lilin dalam acara penyalaan lilin dalam perayaan Natal IASTA Sibolga-Tapteng tahun 2019. (Batakpost.com/HAT)

Sementara itu dalam khotbahnya c.Pdt Okto Pasaribu, S.Th menekankan, menjadi seorang sahabat yang baik sangatlah sulit. Karena pada dasarnya manusia masih melihat keberadaan seseorang untuk dijadikannya sahabat. Dan melalui perayaan Natal, ia mengajak agar para alumni IAKN Tarutung menjadi sahabat sebagaimana Yesus telah menjadikan umat manusia yang ditebus-Nya menjadi sahabat-Nya.

Dalam perayaan Natal kali ini, panitia melibatkan anak-anak alumni dalam liturgi  Natal anak-anak. Penampilan anak-anak itu cukup memukau perhatian para orang tuanya.

Demikian juga para mahasiswa IAKN Tarutung yang sedang PPL di Sibolga-Tapteng juga ikut berperan dalam kesuksesan perayaan Natal IASTA.

Perayaan Natal ini diakhiri dengan makan bersama dan pembagian bingkisan kepada anak-anak alumni. (HAT)