Pemberdayaan Masyarakat di Desa Aek Garut Sangat Bermanfaat

oleh
Salah satu kegiatan kaum Lansia di Desa Aek Garut. (Batakpost.com/RED)

Pemberdayaan terhadap masyarakat Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, terlihat nyata pascadigulirkannya anggaran Dana Desa tahun 2019 di Desa Aek Garut.

Beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan terdiri dari, pemberdayaan Kelompok Lansia yang berjumlah 50 orang. Para kaum Lansia ini dilatih kebugarannya setiap Minggu melalui senam sehat Lansia. Sesudah kegiatan senam, dilanjutkan dengan pemberian makanan bergizi dan susu sembari konsultasi kesehatan.

Dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019, kelengkapan pakaian olahraga Lansia mulai dari baju, celana sampai sepatu disediakan.

Para kaum Lansia yang berada di empat Dusun di Desa Aek Garut mengaku senang dan berterima kasih atas perhatian dan tambahan makanan bergizi dan susu yang selalu diberikan. Mereka mengharapkan agar perhatian terhadap kaum Lansia terus diperhatikan.

Selain untuk pemberdayaan kaum Lansia, Dana Desa juga digunakan bagi kaum ibu hamil (Bumil) dan juga ibu menyusui untuk memastikan asupan gizi yang seimbang bagi mereka.
Dimana sesuai dengan program pemerintah pusat dan Pemkab Tapanuli Tengah,  kesehatan bayi dan ibu hamil serta yang menyusui harus diperhatikan.
Bukan itu saja, kegiatan Posyandu untuk menompang pengecekan kesehatan ibu dan anak, giat dilaksanakan. Sehingga perkembangan setiap anak dan ibunya dapat dipantau oleh petugas kesehatan yang ada di Desa Aek Garut.

Untuk merangsang semangat para guru-guru PAUD yang ada di desa ini, Dana Desa juga dimanfaatkan sebagai uang insentif bagi mereka dan juga insentif kepada para kader Posyandu. Dan untuk menambah semangat para anak PAUD untuk belajar dan bermain, fasilitas alat bermain dan alat edukasi juga disediakan.

Kepala Desa Aek Garut Kecamatan Pandan, Budiharto Sitompul saat memberikan sepatu dan baju olahraga kepada kaum Lansia yang ada di Desanya. (Batakpost.com/RED)

Khusus bagi masyarakat petani, juga diberikan mesin perontok padi agar masyarakat tidak kesulitan untuk memanen hasil padinya yang pengadaan alatnya juga menggunakan Dana Desa.

Pelatihan bagi aparat desa tidak luput dari kegiatan anggaran Dana Desa. Dimana dengan pelatihan dan bimbingan tehnik, para aparat desa semakin dimampukan untuk membuat laporan dan menyusun anggaran serta program kegiatan desa.

Sebagai bukti telah dimanfaatkannya Dana Desa, pembuatan profil dan publikasi desa juga dibuat. Dimana dengan profil dan publikasi tersebut, masyarakat luas dan publik dapat mengetahui dan melihat apa saja yang sudah dikerjakan melalui anggaran Dana Desa.

Kepala Desa Aek Garut, Sutan Budiharto Sitompul, (52) mengharapkan, agar anggaran Dana Desa dapat ditambah dari pusat mengingat masih banyak yang harus dibangun di desanya

“Kami atas nama masyarakat Desa Aek Garut sangat berterima kasih kepada bapak Presiden Jokowi yang sudah menggelontorkan anggaran Dana Desa ini. Sehingga pembangunan dan pemberdayaan di desa dapat dirasakan masyarakat. Mengingat masih banyak yang harus dibangun di desa, kiranya pak Presiden bersedia menambah anggara Dana Desa kami,” harapnya.

Tidak lupa juga, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Tengah dan Wakil Bupati yang memberikan semangat dan dukungan kepada kami selaku aparat desa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, secara khusus pemanfaatan Dana Desa. Ucapan yang sama juga disampaikannya kepada Pendamping Desa Pandan, yang tidak kenal lelah memantau, membimbing dan melakukan monitoring terkait pembangunan di Desa Aaek Garut.

Ada pun besaran anggaran yang dikucurkan untuk pemberdayaan masyarakat tahun ini di Desa Aek Garut sebesar Rp77.351.900 dari total anggaran Rp721.354.000.000. (RED)