Rehap Jembatan Gantung dan Pembangunan Jalan Telpot di Desa Gunung Kelambu Tuntas

oleh
Jembatan Gantung yang menghubungkan Dusun I dan Dusun II di Desa Gunung Kelambu setelah selesai direhap dengan menggunakan Dana Desa tahun 2019. (Batakpost.com/RED)

Keberadaan Jembatan Gantung di Dusun II, Desa Gunung Kelambu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat sekitar untuk mengangkut hasil bumi mereka, dan juga akses transportasi setiap hari. Untuk itulah Kepala Desa Gunung Kelambu sepakat bersama dengan masyarakat untuk memperbaiki atau merehap keadaan Jembatan yang sudah mengalami kerusakan.

Dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019, Jembatan Gantung selesai direhap dan sudah aman untuk dilalui masyarakat. Warga di Dusun I-II meyambut baik atas perbaikan jembatan itu.

“Kami cukup senang atas selesainya perbaikan Jembatan Gantung ini, karena akses itu satu-satunya yang dapat menghubungkan antara Dusun I ke Dusun II. Jika jembatan itu tidak ada, maka kami akan putus akses, dan terpaksa harus melewati sungai yang rawan resiko. Dan saat ini Jembatan Gantung sudah diperbaiki, kami juga sudah lebih nyaman melewati karena tidak berlobang-lobang lagi,” kata sejumlah warga Dusun I-II.

Selain memperbaiki Jembatan Gantung, Dana Desa juga digunakan untuk pembangunan jalan Telpot (Pengerasan) tepatnya di Dusun III sepanjang 200 meter dan di Dusun II sepanjang 382 meter. Pengerasan jalan itu bertujuan agar akses jalan masyarakat menuju kebun dan lahan sawah tidak terkendala lagi.

Beginilah dulu kondisi jembatan gantung di Dusun I-II Desa Gunung Kelambu sebelum direhap. (Batakpost.com/RED)

“Kami melihat bahwa akses jalan warga yang penghasilannya dari kebun dan sawah harus dibangun, agar pengangkutan hasil tidak terkendala lagi seperti selama ini. Pasalnya, warga harus berjibaku kalau mau mengangkut hasil sawit dan padi akibat kondisi jalan yang masih tanah lembek. Dengan hasil Musyawarah Desa, akhirnya kita sepakati untuk melakukan pengerasan jalan di dua Dusun itu, agar warga tidak kesulitan untuk mengangkut hasil sawah dan sawit mereka,” kata Kepala Desa Gunung Kelambu, Jalopan (52).

Pembangunan Paret Beton juga menjadi sasaran utama dari Dana Desa tahun 2019 di Desa Gunung Kelambu, seperti di Dusun I-II dengan sepanjang 210 meter. Manfaat dari Paret Beton itu, untuk saluran air dari persawahan dan juga pembuangan air dari masing-masing dusun agar kondisi jalan tidak tergenang air saat musim hujan tiba.

Demikian juga dengan rehap sarana Air Bersih yang mengaliri beberapa lorong di Dusun I sangat dirasakan masyarakat. Sebanyak 1 unit sarana Air Bersih sudah selesai dibangun dan telah dimanfaatkan saat ini.

Tidak lupa pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebanyak 10 titik juga di empat Dusun telah selesai dipasang. Sehingga warga tidak terhalang lagi kalau ada kegiatan di malam hari karena sudah ada lampu penerangan.

“Saya atas nama Kepala Desa Gunung Kelambu dan juga masyarakat mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Jokowi yang telah mengucurkan Dana Desa ini, dan juga kepada bapak Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan pak Wakil Darwin Sitompul yang terus memotivasi kami untuk pengembangan dan pembangunan sarana desa sesuai dengan harapan masyarakat untuk meningkatkan akses jalan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Demikian juga kepada Pendamping Desa yang selalu menuntun kegiatan kami,” ujarnya.

Ada pun anggaran Dana Desa tahun 2019 untuk pembangunan fisik di Desa Gunung Kelambu Sebesar Rp852.626.000 dari total anggaran Rp1.043.873.000 (RED)