Masyarakat Desa Aek Horsik Miliki Jalan Ring Road

oleh
Proses pengerjaan jalan tembus antar lingkungan di Desa Aek Horsik, Kecamata Badiri yag menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019. (Batakpost.com/RED)

Sulitnya akses jalan antar lingkungan di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi penghalang bagi warga setempat untuk melakukan kegiatan dan aktivitas setiap hari. Hal itulah yang mendasari masyarakat Aek Horsik bersama dengan Kepala Desa mengadakan musyawarah desa untuk membuka akses jalan di empat dusun agar saling berhubungan. Keputusan musyawarah itu pun ditindaklanjuti dengan membangun jalan ring road di Dusun II yang dapat tembus ke Dusun yang lain.

Dengan terbangunnya akses jalan ring road yang menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019 itu, akses masyarakat di Desa yang berpenduduk 786 Kepala Keluarga itu sudah lancar. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan Kepala Desa tidak terhalang lagi karena akses masyarakat sudah lancar di masing-masing Dusun menuju kantor Kepala Desa Aek Horsik.

Kepala Desa Aek Horsik Pidelis Tinambunan yang ditemui Batakpost.com di Desanya membeberkan program pembangunan fisik yang sudah dilakukannya. Diantaranya pembangunan Rabat Beton di Dusun II sepanjang 200 meter, pembentukan Badan Jalan di Dusun I sepanjang 130 meter dengan lebar 4 meter, pembangunan Plat Duiker di Dusun IV, serta pembangunan LPJU 12 unit di beberapa titik Desa.

Proses pembangunan Jalan Desa di Aek Horsik yang menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019. (Batakpost.com/RED)

“Kendala selama ini yang kami rasakan adalah, dalam satu lingkungan tidak ada akses langsung ke lingkungan yang lain, padahal lokasinya tidak begitu jauh. Jadi selama ini kalau warga harus memutar kalau mau menuju lingkungan yang lain. Dengan dibangunnya jalan melingkar atau ring road di Desa Aek Horsik, akses antar lingkungan tidak terkendala lagi karena sudah tembus langsung,” ungkapnya.

Demikian juga dengan lampu jalan, dimana dengan adanya lampu penerangan jalan, aktivitas warga di malam hari tidak terkendala lagi karena sudah ada penerangan.

Ada pun masyarakat yang bermukim di Desa Aek Horsik terdiri dari beberapa suku, seperti Batak, Nias, Jawa dan Pandang, dengan jenis pekerjaan yang beragam, seperti petani, pekebun dan nelayan. Namun secara keseluruhan lebih banyak masyarakatnya yang melaut.

Ada pun yang menjadi target ke depan oleh Kepala Desa Aek Horsik, membangun jalan pertanian dan juga parit. Karena kendala banjir bagi para petani menjadi masalah terbesar. Dengan terbangunnya nanti jalan pertanian dan pembuatan parit, maka para petani sudah semakin semangat bertani karena akses menuju sawah mereka sudah terbangun dan banjir dapat teratasi.

Proses pengerjaan proyek fisik pembangunan badan jalan di Desa Aek Horsik, yang menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019. (Batakpost.com/RED)

“Banyak hal sebenarnya yang akan kita benahi lagi di Desa ini, hanya saja keterbatasan anggaran Dana Desa membuat kami harus mengutamakan yang lebih mendesak dulu. Kami yakin dengan berkelanjutannya Dana Desa ini, maka satu persatu keinginan masyarakat Desa Aek Horsik yang belum terwujud, akan bisa kita bangun. Untuk itulah kami atas nama masyarakat Desa Aek Horsik mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Jokow yang sudah menggelontorkan Dana Desa ini sehingga pembangunan di Desa itu terjadi. Demikian juga ucapan terima kasih kami sampaikan kepada bupati Tapanuli Tengah, bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani bersama dengan pak Wakil Bupati Darwin Sitompul, yang terus mengarahkan kami para aparat Desa untuk mengutamakan kepentingan yang mendasar bagi masyarakat Desa,” ungkapnya.

Kades juga mengeluhkan ketersediaan bahan bagunan seperti semen yang mulai sulit didapat sehingga harganya dinaikkan para pengusaha panglong. Padahal harga sudah ditentukan dalam Rancangan Anggaran Biaya. Ia berharap agar ketersediaan bahan bangunan khususnya semen selalu tersedia.

Pria berusia 49 tahun itu juga menyampaikan, bahwa masyarakat di Desanya semuanya dilibatkan dalam pelaksaaan pembagunan fisik di Aek Horsik. Dengan demikian semua merasakan manfaat Dana Desa itu sehingga tidak ada yang ribut atau membuat onar.

“Jadi kami menggunakan sistim bergilir kepada masyarakat yang dilibatkan dalam proyek fisik ini sehingga semuanya kebagian dan tidak ada yang tersinggung. Kalau anggaran fisiknya besar dan melibatkan orang banyak, maka semakin banyak masyarakat kami yang terlibat bekerja di sana. Namu kalau kecil, jumlah masyarakatnya juga dikurangi sembari menunggu giliran yang lain. Sitim itulah yang kami gunakan di Desa ini, makanya tidak ada yang ribut, karena semuanya merasakan dampak dari Dana Desa itu,” ujar suami dari Hasni Ria Panggabean itu.

Ada pun biaya yang dikucurkan tahun ini untuk kegiatan fisik di Desa Aek Horsik sebut ayah 3 orang anak itu, sebesar Rp866.888.000. (RED)