Layanan Kesehatan Bagi Bumil dan Balita Terus Ditingkatkan di Desa Gunung Kelambu

oleh
Kepala Desa Gunung Kelambu Jalopan saat memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil, Balita dan Ibu menyusui melalui program pemberdayaan masyarakat menggunakan anggaran Dana Desa. (Batakpost.com/RED)

Pemahaman masyarakat akan kesehatan khususnya bagi Ibu Hamil (Bumil) di Desa Gunung Kelambu Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, terus ditingkatkan melalui pelayanan dan pelatihan. Bukan hanya kepada Bumil, kepada para kader Posyandu pun terus ditingkatkan pelatihan pengkaderan demi menunjang pemahaman dan pelayanan mereka kepada masyarakat dibidang kesehatan. Demikikan juga terhadap Balita, pemberian asupan makanan bergizi terus diperhatikan agar tumbuh kembang mereka tidak gagal atau Stunting. Dan kepada Ibu Menyusi tambahan gizi juga turut diberikan.

Itulah bahagian kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa yang dilakukan Kepala Desa Gunung Kelambu, Jalopan di desanya.

Desa Gunung Kelambu memiliki 4 Dusun, yaitu Dusun I- IV dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 400 KK. Dari berbagai kegiatan masyarakatnya di 4 Dusun itu, Kepala Desa bersama aparat desa melakukan diskusi bersama untuk peningkatan kesehatan masyarakat dengan anggaran Dana Desa tahun 2019.

Dari anggaran yang ada, Kepala Desa Jalopan mengalokasikan anggaran Desa tahun 2019 sebesar Rp 191.247.000 untuk bidang Pemberdayaan masyarakat desa. Dengan anggaran itu Kedes menerapkan penyelenggaraan Kesehatan Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui.

Diakui oleh Kades, kesibukan warganya yang bekerja sebagai petani, pekebun, dan kerja di galian C membuat para kaum ini agar kesulitan membagi waktu untuk mengikuti kegiatan layanan kesehatan. Namun sang Kades tidak putus asa, berbagai cara dilakukan agar masyarakat khususnya para kaum ibu yang lagi hamil dan menyusui bisa menyisihkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut demi kesehatan mereka dan bayinya.

Kepala Desa Gunung Kelambu Jalopan bersama penerima insentif Dana Desa dari guru-guru PAUD dan kader Posyandu. Pemberian insentif ini turut disaksikan pendamping desa Sulastri Simanjuntak. (Batakpost.com/RED)

“Kita sadar pak, kehidupan masyarakat kami di Desa ini tergantung kepada hasil tani dan kebun mereka. Sehingga mereka lebih fokus bekerja saja dan mau lupa akan kegiatan pelayanan kesehatan baik itu melalui Posyandu yang sudah ditetapkan jadwalnya. Dengan pendekatan dan edukasi yang kita berikan bersama dengan para Kader Posyandu, akhirnya masyarakat bisa memahami akan pentingnya kesehatan mereka dan bayinya,” kata Jalopan ketika ditemui Batakpost.com.

Selain memberikan pelayanan kesehatan bagi para Bumil dan Ibu Menyusui dan Balita, Dana Desa juga digunakan untuk memberikan insentif kepada Kader Posyandu yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi ibu-ibu dan masyarakat di masing-masing Dusun. Demikian juga dengan Guru-guru PAUD turut mendapat dana insentif dari Dana Desa, agar para guru-guru PAUD semakin semangat didalam mendidik dan melatih anak-anak Balita.

“Masyarakat kami yang tinggal di Desa ini terdiri dari beberapa suku, seperti Batak, Jawa dan Nias. Tentu pemahaman mereka juga berbeda. Disitulah pentingnya komunikasi yang kita bangun melalui aparat desa dengan para Kader Posyandu agar bisa menyisihkan waktu untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Ternyata metode pendekatan itu cukup ampuh dan masyarakat saat ini khsususnya para kaum ibu sudah merasakan manfaat akan kegiatan tersebut dan,” ungkapnya.

Desa Gunung Kelambu saat ini memiliki 1 SDN, Pustu 1 unit, Posyandu 1 unit dan PAUD dua unit. Dengan ketersediaan layanan kesehatan dan pendidikan itu, diharapkan masyarakat Desa Gunung Kelambu semakin meningkat pemahaman anak-anak mereka dan juga pemahaman masyarakat akan arti kesehatan.

“Kami sangat bersyukur pak dengan adanya pemberdayaan yang dilakukan di Desa kami ini. Kami rutin mendapat makanan tambahan dan juga susu bagi anak-anak kami dan juga bagi ibu hamil dan menyusi. Kami memohon kepada bapak Presiden Jokowi agar program Dana Desa terus ditingkatkan demi meningkatkan kesehatan dan keselamatan Ibu Hamil. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui bapak Bupati dan pak Wakil Bupati yang telah memperhatikan masyarakat Desa Gunung Kelampu melalui bapak Kepala Desa khususnya dibidang kesehatan melalui kegiatan Dana Desa,” kata sejumlah warga Desa Gunung Kelambu. Ada pun jarak tempun ke Desa Gunung Kelambu dari Kantor Camat Badiri sekitar 4 KM. (RED)