Objek Wisata Pantai Ujung Sibolga Segera Dioperasikan

oleh
Objek wisata pantai ujung Sibolga. (Batakpost.com/IST)

Sibolga, 2/11 (Batakpost.com) – Sejumlah fasilitas di objek wisata Pantai Ujung Sibolga (Pajus) segera rampung dikerjakan dan akan dioperasikan akhir November 2019.

Untuk itu Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk, Jumat, meminta kepada seluruh masyarakat agar menjaga dan memelihara fasilitas yang sudah dibangun di lokasi itu.

Hal ini disampaikan wali kota saat menanam pohon di lokasi Pajus bersama dengan Ketua TP PKK Sibolga, Delmeria Sikumbang.

Syarfi menyebutkan bahwa sudah berulang kali fasilitas di objek wisata itu dibangun pemerintah, tetapi selalu dirusak dan dicuri.

“Kita sudah bangun pagar untuk bunga, pos penjagaan, lampu-lampu hias dan lampu taman, tetapi semuanya dirusak dan dicuri. Kita meminta masyarakat yang tinggal di perbukitan Ketapang jangan lagi membuang sampah sembarangan, karena lokasi Pajus ini berada di bawah bukit Ketapang. Karena percuma lokasi ini ditata bagus tetapi sampah selalu sembarangan dibuang dari atas seperti yang terjadi saat ini,” keluh Syarfi.

Untuk mengantisipasi pembuangan sampah itu, wali kota berjanji akan menugaskan camat dan lurah serta kepling, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk sosialisasi dan menegur masyarakat yang tinggal di perbukitan itu untuk tidak membuang sampah lagi ke bawah. Jika masih tetap membandal akan diberikan tindakan tegas.

Ada pun fasilitas baru yang dibangun di kawasan objek wisata itu di antaranya, pembangunan pemecah ombak, pembuatan laut buatan yang dilengkapi sepeda air dan wahana permainan.

Fasilitas permainan anak-anak dan keluarga, spot selfi, dan beberapa fasilitas lainnya sedang dalam proses pengerjaan.

Wali kota berkeyakinan, dengan pembangunan berbagai fasilitas di Pajus, objek wisata itu akan ramai dikunjungi wisatawan.

“Mari kita berikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang datang ke lokasi ini. Keamanan dan kenyamanan adalah kunci utama bagi pengunjung, karena seindah apapun tempat itu, kalau tidak aman dan nyaman, maka orang akan malas untuk berkunjung,” kata Syarfi. (RED)