BPJS Kesehatan Gandeng Halodoc Kembangkan Layanan Kesehatan secara Digital

oleh

JAKARTA, Indonesia, 11 Oktober 2019 /PRNewswire/ — Halodoc, aplikasi teknologi kesehatan terintegrasi berbasis online paling inovatif asal Indonesia, secara resmi menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan BPJS Kesehatan untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis digital. Melalui kerjasama strategis ini, kedua belah pihak akan bersama-sama menggabungkan keahliannya guna memperluas akses dan layanan kesehatan secara digital bagi masyarakat, terutama peserta BPJS Kesehatan.

Collaboration between Halodoc and BPJS (Indonesian National Health Insurance system).


Collaboration between Halodoc and BPJS (Indonesian National Health Insurance system).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) – Rudiantara mengatakan, "Kehadiran teknologi memberi peluang besar untuk mempercepat serta memperluas akses dan layanan bagi masyarakat. Pemerintah dan pelaku bisnis harus bahu-membahu berbuat sesuatu agar peluang ini tidak berlalu sia-sia. Kita harus menciptakan ekosistem digital di sektor kesehatan yang kondusif dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Untuk itu, saya sangat mendukung sinergi yang dilakukan oleh Halodoc, sebagai perusahaan teknologi rintisan lokal terdepan dalam di sektor kesehatan, bersama dengan BPJS Kesehatan ini."

Saat ini, Halodoc telah mampu memperluas akses dan layanan kesehatan berkualitas setara bagi masyarakat. Tercatat, lebih dari 50% pengguna Halodoc merupakan penduduk luar pulau Jawa, dan 74% diantaranya tinggal di luar Jakarta dan Surabaya – dua kota terbesar di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran teknologi mampu menghadirkan kesetaraan akses dan layanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, CEO Halodoc – Jonathan Sudharta mengatakan, "Sejak didirikan, Halodoc berkomitmen dan fokus untuk memudahkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi. Kerjasama bersama BPJS Kesehatan ini membuka kesempatan bagi kami guna memperluas akses dan layanan kesehatan yang tak hanya terpusat di kota-kota besar melainkan menjangkau masyarakat di daerah terpencil, terlebih mengingat BPJS Kesehatan memiliki basis pengguna terbesar di Indonesia."

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan – Dr. Ir. Wahyuddin Bagenda, MM, mengatakan, "Pemanfaatan teknologi dalam layanan BPJS Kesehatan telah menjadi fokus kami sejak beberapa tahun belakangan, guna mengoptimalkan kualitas layanan kami. Salah satunya adalah Mobile JKN yang merupakan transformasi digital dari layanan administrasi kepesertaan yang selama ini dilakukan di kantor cabang. Melalui penggabungan keahlian dari Halodoc di bidang teknologi, kami berharap dapat melengkapi pengalaman pengguna akan fasilitas kesehatan dengan lebih inklusif, efisien, dan efektif."

Sebagai catatan, per September 2019, jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah mencapai lebih dari 221 juta jiwa. Artinya, lebih dari 83% total populasi penduduk Indonesia sudah terlindungi program jaminan kesehatan. Untuk menjawab kebutuhan peserta JKN-KIS, selain Mobile JKN, BPJS Kesehatan telah melakukan optimalisasi kanal Mobile Customer Service (MCS) guna memudahkan dan mendekatkan peserta mengakses pelayanan administrasi tanpa harus datang ke kantor cabang. MCS ini bisa dimanfaatkan peserta maupun masyarakat yang ingin mendaftarkan atau ingin mendapatkan informasi lebih banyak tentang Program JKN-KIS.

Lebih lanjut, kerjasama strategis antara Halodoc dan BPJS Kesehatan ini akan menjadi langkah awal dari pengembangan teknologi di sektor kesehatan Indonesia, yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahap awal kerjasama ini, peserta JKN-KIS akan mendapatkan akses dan layanan kesehatan secara digital Halodoc, seperti konten promosi kesehatan, yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan. Melalui kerjasama ini juga diharapkan turut mampu mengentaskan disparitas antara jumlah penduduk dengan fasilitas dan layanan kesehatan di Indonesia.

Tentang Halodoc

Halodoc adalah aplikasi kesehatan terintegrasi berbasis online yang menyediakan solusi kesehatan lengkap dan andal untuk memudahkan kita mendapatkan akses kesehatan. Aplikasi Halodoc dilengkapi dengan empat fitur utama, yaitu; Bicara Dengan Dokter (chat with a doctor) yang memungkinkan pasien untuk chat, video call, atau voice call dengan dokter berpengalaman dan terpercaya kapan pun di mana pun dari HP. Beli Obat (Buy Medicines) sebuah layanan yang dapat membantu pengguna membeli suplemen, vitamin, dan obat-obatan dengan cepat, aman & nyaman karena diantar langsung ke tempat dengan ojek online. Pasien juga bisa upload resep fisik ke aplikasi. Kunjungi Rumah sakit (Visit a hospital) memungkinkan pasien untuk membuat janji dengan dokter dari HP sehingga saat sampai rumah sakit mereka tidak perlu mengurus administrasi dan langsung konsultasi dengan dokter tanpa antre lama, dan Layanan Lab. Halodoc bekerja sama dengan Prodia dalam memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di rumah atau di kantor. Pada tahun 2018, Halodoc menerima penghargaan "The Most Innovative Start Up" dari Galen Growth Asia dan dipilih langsung oleh Forbes Indonesia sebagai "Choice Start Up" untuk tahun itu.

Tentang BPJS Kesehatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan penduduk Indonesia. BPJS Kesehatan memiliki visi terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi dengan misi 1) memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat 2) memperluas kepesertaan program jaminan kesehatan mencakup seluruh penduduk Indonesia 3) bersama menjaga kesinambungan finansial program jaminan kesehatan.

Photo – https://photos.prnasia.com/prnh/20191011/2608667-1?lang=0

Source: PRN Asia