oleh

BUMA menjadi Mitra Global bagi platform inovasi Plug and Play

JAKARTA, Indonesia, 10 Oktober 2019 /PRNewswire/ — PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), salah satu kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia, telah bermitra dengan platform inovasi global Plug and Play untuk menggerakkan inovasi di seluruh unit bisnisnya, serta memanfaatkan usaha rintisan global yang berpotensi besar menjadi kerangka kerja untuk memperoleh praktik terbaik, inovasi teknologi, dan efisiensi operasional.

BUMA akan memanfaatkan platform global Plug and Play untuk menggandeng usaha-usaha rintisan yang berfokus pada kegiatan pemeliharaan dengan prakiraan (predictive maintenance), keselamatan kerja, dan teknologi kesehatan.

"Sebagai perusahaan pertambangan, kami ingin menggandeng usaha-usaha rintisan untuk membangun sejumlah ground technology dalam layanan pertambangan. Teknologi selalu menjadi bagian dari DNA kami dan kami berupaya untuk menjadi perusahaan dengan teknologi termutakhir di industri," ujar Ronald Sutardja, CEO, BUMA.

Penguasaan teknologi tak sekadar soal meningkatkan produktivitas pekerja atau memperoleh data yang lebih akurat, namun juga menyangkut peningkatan kondisi keselamatan kerja dan kesehatan para pegawai BUMA. "Keselamatan kerja menjadi salah satu prioritas terbesar di BUMA, kami terus mencari sejumlah teknologi terkini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja para pegawai kami, yang saat ini, ada lebih dari 13.000 orang." kata Eko Prihadi, Direktur BUMA, di ajang "Plug and Play’s APAC Summit", Singapura, pada Mei 2019.

"Sebagai perusahaan yang sangat progresif, inovasi menjadi kunci kegiatan operasional kami. Kemitraan ini akan memberikan akses terhadap ekosistem usaha rintisan global, sehingga kami bisa bekerja dengan sejumlah teknologi termutakhir untuk mengembangkan strategi-strategi bisnis inovatif di bidang-bidang fokus utama."

Platform Supply Chain Plug and Play ialah kolaborasi inovasi terkemuka di dunia dengan berbagai lokasi strategis yang tersebar di Silicon Valley, Hamburg, Shanghai, dan Singapura. Mengutamakan sejumlah sektor penting, Plug and Play akan mencari dan menghubungkan mitra-mitranya dengan berbagai teknologi terkini yang kelak mempercepat inovasi mereka. "Kami sangat gembira atas bergabungnya BUMA sebagai mitra Supply Chain terbaru kami. Sejak platform ini dibuat pertama kali di Silicon Valley pada 2016, jajaran pelaku industri vertikal yang telah bergabung mencapai lebih dari 35 mitra perusahaan yang terdepan di industri, termasuk DHL, ExxonMobil, dan ArcelorMittal," jelas Wesley Harjono, Managing Partner, GK-Plug and Play Indonesia. "Bekerja sama dengan BUMA akan membantu kami dalam meningkatkan sejumlah kemajuan teknologi di bidang-bidang penting seperti keselamatan kerja, wearable, dan IoT dalam industri pertambangan."

"Adanya Plug and Play di Singapura bisa membantu mengakses sebuah jaringan yang meliputi lebih dari 10 kota utama di Asia Pasifik, termasuk Jakarta," ujar Jupe Tan, Managing Partner, Plug and Play Asia Pasifik. "Target utama kami adalah menghubungkan seluruh pemangku kepentingan, perusahaan, usaha-usaha rintisan berpotensi baik, dan investor di beragam ekosistem teknologi di Asia Pasifik." Plug and Play akan terus memperluas jangkauannya di seluruh industri supply chain dengan lebih banyak mitra usaha yang segera bergabung ke dalam platform Supply Chain Asia Pasifik, mereka berasal dari sejumlah industri seperti pertambangan, manufaktur, barang-barang konsumer, serta logistik.

Narahubung Plug and Play Asia Pasifik:
apac-marketing@pnptc.com

[SELESAI]

Tentang Buma

Berdiri pada 1998, PT Bukit Makmur Mandiri Utama, juga dikenal dengan BUMA, ialah salah satu kontraktor pertambangan batu bara yang terbesar di Indonesia. BUMA diakuisisi PT Delta Dunia Makmur Tbk pada 2009, sebuah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan kode saham DOID. Saat ini, 38% saham DOID dimiliki Northstar Tambang Persada, Ltd., sebuah konsorsium investasi yang terdiri atas TPG Capital (TPG), Government of Singapore Investment Corporation Pte. Ltd. (GIC), China Investment Corporation (CIC), dan Northstar Equity Partners, sementara, 62% saham DOID dipegang oleh para pemilik saham publik.

BUMA melakukan pekerjaan penambangan secara menyeluruh, mulai dari pengupasan lapisan tanah penutup, penambangan batu bara, pengangkutan batu bara, serta reklamasi dan rehabilitasi tanah. Kegiatan operasional BUMA didukung hampir 14.000 karyawan serta tim manajemen yang solid dan berpengalaman, serta dilengkapi dengan teknologi canggih dan lebih dari 5.000 unit alat berat dalam beragam ukuran. BUMA kini menguasai sekitar 20% pangsa pasar dengan menyediakan berbagai jasa pertambangan batu bara bagi beberapa perusahaan terbesar dan terlama di industri batu bara Indonesia, dan beberapa pemain baru dengan potensi besar untuk mendatangkan pertumbuhan masa depan.

Tentang Plug and Play Asia Pasifik:

Di Plug and Play, target utama kami adalah mencetuskan kemajuan teknologi.

Selama 13 tahun terakhir, kami telah membangun platform inovasi terbesar di dunia, menghubungkan berbagai usaha rintisan, investor, dan perusahaan besar. Kami kini aktif menjangkau 25 lokasi di dunia, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Perancis, Jerman, Belanda, Singapura, dan Indonesia.

Kami merupakan pakar dalam memfasilitasi perkenalan penting, berinvestasi pada usaha-usaha rintisan, dan menghubungkan para pemangku kepentingan ke dalam jaringan yang mengubah dunia.

Kantor pusat Plug and Play Asia Pasifik terletak di Singapura. Kantor kami di Singapura menyajikan akses beberapa vertikal terhadap pasar Asia Pasifik bagi mitra-mitra. Dengan menyediakan pengembangan usaha bermutu tinggi dan mendukung para peserta program, lokasi terpusat kami membantu pembangunan ekosistem yang berkembang di Singapura dan beberapa wilayah sekitarnya.

Related Links :

https://www.plugandplaytechcenter.com

Source: PRN Asia

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed