R-APBD Kota Sibolga Tahun Anggaran 2020 Disahkan

oleh
Ketua DPRD Sibolga, Tonny Lumbantobing saat meneken R-APBD Sibolga Tahun Anggaran 2020 di DPRD Sibolga. (batakpost.com/RED)

Sibolga, 21/8 (Batakpost.com)-Melalui sidang Paripurna DPRD Kota Siboga yang dilangsung hari ini di gedung DPRD Sibolga, Selasa (20/8), besaran R-APBD Kota Sibolga tahun 2020 disetujui dengan angka Rp Rp575,629.295.205 rupiah. Hal itu terungkap setelah Sekretaris Dewan DPRD Sibolga, Ricard membacakan berita acara yang akan diteken DPRD Sibolga bersama dengan Wali Kota.

Besaran anggaran itu menurut Sekwan, belum termasuk anggaran tambahan yang dari DAK dan juga DAU.

Wali Kota dalam pidatonya mengatakan, akan segera melaporkan ke DPRD atas penambahan anggaran berupa DAU dan DAK jika sudah masuk dari pusat. Barang tentu laporan itu disampaikan kepada anggota DPRD Sibolga yang baru.

“Kami pasti akan melaporkan berapa penambahan anggaran baik dari DAK dan juga DAU kepada dewan terhormat. Dengan demikian sinerginitas itu terus terjalin dengan baik, karena antara eksekutif dengan legislatif memerlukan satu titik untuk membangun Sibolga,” ujar Syarfi.

Seiring dengan disetujuinya R-APBD Sibolga tahun anggaran 2020, Syarfi juga berharap agar Kota Sibolga kembali mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI. Jika predikat itu didapat, maka insentif sekitar Rp5 miliar sangat membantu terhadap pembangunan Kota Sibolga.

“Insentif yang dapat itu buka untuk kantong Wali Kota atau kantong DPRD, melainkan kepada kantong pembangunan Kota Sibolga. Untuk itu saya meminta kepada pimpinan OPD khususnya yang mendapat masukan dari anggota Dewan agar cepat bergerak memperbaiki apa yang kurang, sehingga laporan kita cepat dan tepat, LPKj kita juga cepat dan LPPD,” sebut Wali Kota.

Ditambahkan Wali Kota, terkait usulan anggaran beasiswa S1-S3 bagi putra-putri Sibolga yang tidak mampu dan diterima di perguruan tinggi negeri, merupakan usulan bersama dari Ketua DPRD Sibolga yang disampaikan kepada Wali Kota Sibolga.

Terkait anggaran beasiswa itu Wali Kota menegaskan, bahwa aturan itu nantinya sudah permanen, dengan demikian siapapun nanti yang menjadi Wali Kota Sibolga, aturan itu tidak dapat dipotong atau dirubah di tengah jalan lagi.

“Makanya dalam Ranperda itu kami masukkan, agar anggaran beasiswa ini tidak diganggu gugat lagi oleh Wali Kota yang berikutnya karena sudah menjadi aturan yang permanen. Dan siapapun nanti Wali Kota nya, sudah menjadi aturan baku untuk terus menampung anggaran beasiswa ini demi terlahirnya pemikir yang handal dan cerdas dari Kota Sibolga,” tegas Syarfi yang disambut dengan tepuk tangan dari anggota DPRD Sibolga.

Pada kesempatan itu juga, Wali Kota Sibolga dua periode itu meminta maaf kepada anggota DPRD Sibolga yang tidak terpilih kembali. Menurutnya sumbangsih dan pemikiran yang disampaikan selama menjadi anggota DPRD telah dirasakan oleh masyarakat Sibolga. Walaupun tidak berkarya di Dewan lagi, para anggota dewan yang tidak terpilih kembali dapat berkarya di tempat lain, harap Wali Kota. (RED)