BI Sibolga Sosialisasikan Sistem QRIS Kepada Wartawan

oleh
Kepala BI Sibolga Suti Masniari Nasution foto bersama dengan wartawan dalam acara sosialisasi QIRS di Sibolga-Tapteng. (Batakpost.com/HAT)

Sibolga, 19/8 (Batakpost.com)-Bank Indonesia Sibolga sosialisasikan quick response Indonesia standard (QRIS) kepada wartawan di Aulia Graha BI Sibolga, Senin (19/8).  Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga, Suti Masniari Nasution, tujuan dari sosialisasi itu adalah, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa BI secara resmi sudah meluncurkan metode pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Launching sudah dilakukan BI secara serentak di 46 kantor di Indonesia kemarin bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-74 RI. Dan saat ini BI Sibolga mensosialisasikan kepada teman-teman wartawan yang ada di Sibolga-Tapanuli Tengah untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat luas tentang sistem pembayara digital ini,” ujar Suti Masniari.

Diungkapkan wanita berhijab itu, QRIS dicanangkan oleh BI yang bekerjasama dengan asosiasi sistem pembayaran indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV. Tujuannya agar pembayaran digital menjadi lebih mudah dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

Kepala BI Sibolga Suti Masniari saat mempragakan menggunakan sistem QRIS kepada wartawan di Sibolga-Tapteng, di BI Sibolga. (Batakpost.com/HAT)

“QRIS adalah standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran Nasional melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi visi sistem pembayaran Indonesia yang mengusung semangat “Unggul” (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung). Dengan demikian efisiensi transaksi, dan mempercepat inklusi keuangan dapat terwujud yang berdampak terhadap kemajuan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju,” ungkapknya.

Selain untuk kemajuan UMKM, QRIS juga dapa mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

Dikatakan Masniari, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri. Masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel yang saling menguntungkan antara pembeli dengan penjual, karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Transaksi dengan QRIS langsung terjadi karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran implementasi QRIS secara nasional yang dimulai tanggal 1 Januari 2020.

“Penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) diberikan masa transisi hingga 31 Desember 2019 untuk mengimplementasikan QRIS secara menyeluruh,” kata Suti.

Selain mempermudah sistem pembayaran, lanjut Suti, sistem QRIS memberikan kemudahan transaksi kepada wisatawan yang datang ke Indonesia. Karena tempat-tempat wisata di dunia sudah menggunakan sistem pembayaran QRIS.

Pada pertemuan itu juga wartawan terlibat tanya jawab dengan Kepala BI Sibolga tentang tata cara menggunakan sistem tersebut. Dan untuk memudahkan penjelasan kepada wartawan, Suti Masniari mencontohkan cara bertransaksi dengan melakukan donasi kepada salah satu “merchant” (penyedia jasa) yang bekerjasama dengan penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP). (RED)