Pasca bom Sibolga razia gencar dilakukan, lima orang pendatang diamankan

oleh
Lurah dan aparat saat melakukan razia ke tempat kos-kosan dan kontrakan di Sibolga. (batakpost.com/Ist)

Pasca terjadinya bom bunuh diri di Kota Sibolga Rabu kemarin, razia gencar dilakukan aparat kelurahan. Adapaun tempat yang disisir adalah kos-kosan dan kontrakan.

Untuk hari ini Senin (18/3), Lurah bersama dengan Bhabinkamtibmas melakukan razia di Jalan Sutomo Gang Serumpun, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara.

Lurah Simaremare, Mahmud Tanjung mengatakan, dalam razia yang mereka lakukan ada lima orang warga pendatang diamankan. Kelimanya sudah dibawa ke kantor kelurahan untuk diperiksa dan didata sekaligus membuat surat pernyataan.

“Dari kelima pendatang yang kita amankan, empat diantaranya wanita dan satu orang pria. Mereka tidak dapat menunjukkan identitas dirinya khususnya yang mengaku sebagai pasangan suami istri,” terang Mahmud Tanjung

Mahmud mengakui, pengamanan warga di wilayahnya terkait dengan aksi terorisme yang baru saja terjadi di Kota Sibolga dan sekaligus meneruskan instruksi lisan Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk kepada setiap aparat Kelurahan dan Lingkungan se Kota Sibolga untuk melihat dan mendata setiap warga pendatang dan orang yang dicurigai di daerah masing-masing.

Pihak kelurahan juga telah mendata setiap rumah kontrakan dan pemiliknya, sekaligus menyerahkan surat pernyataan kepada para pemilik rumah kontrakan/kos-kosan untuk tidak memberikan rumah mereka dikontrakkan kepada orang yang tidak memiliki bukti identitas diri yang jelas.

Selain melakukan razia identitas, aparat kelurahan juga memeriksa setiap benda atau barang milik warga, seperti kotak-kotak dan bungkusan yang dicurigai. (RED)