Warga Kolang Buktikan di Daerahnya Memang Ada Buaya

oleh
Buaya yang berhasil ditangkap warga menggunakan perangkap. (batakpost.com/Ist)

Tapteng, 10/3 (Batakpost.com)- Warga Desa Makarti, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara membuktikan bahwa memang di desa mereka ada buaya yang berkeliaran yang sudah sampai ke pemukiman warga.

Jauh sebelumnya hal itu sudah pernah disampaikan oleh Kepala Desa Makarti, namun kurang dipercaya karena belum berhasil menangkap binatang predator itu.

Dengan semangat dan kerjasama warga dan aparat desa, dilakukan upaya penangkapan buaya dengan membuat jaring (Jerat) yang dipasang umpang. Dan usaha dari masyarakat membuahkan hasil, karena pada hari Sabtu (9/3) pagi sekitar pukul 07.00WIB jerat mereka mendapatkan hasil.

Kepala Desa Makarti Nauli, Nasrul yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (9/3), mengungkapkan bahwa tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB jerat yang mereka pasang dua hari lalu berhasil menjaring buaya dengan panjang 2,5 meter dan bobot antara 70-100 kg.

“Tadi pagi kami bersama warga berhasil mengangkat buaya itu dari dalam Sungai untuk dibawa ke darat. Dengan keberhasilan ini, maka informasi yang kami sampaikan selama ini benar adanya dan bukan hoax seperti apa yang dikatakan orang-orang. Untuk itulah kami meminta perhatian dari pemerintah kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara untuk turun tangan melakukan upaya dan tindakan agar jangan sampai ada korban. Pasalnya buaya tersebut kerap datang ke pemukiman warga,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, buaya yang kerap muncul dan masuk ke pemukiman warga berpasangan. Untuk itulah ia yakin pasangan dari buaya yang tertangkap itu masih berkeliaran di Sungai Sordang.

“Kami nanti sore akan memasang jerat (perangkap) lagi, karena pasangan buaya yang tertangkap ini pasti berada di sekitar sungai ini. Mudah-mudahan bisa tertangkap juga,” harapnya.

Adapun buaya yang berhasil masuk ke perangkap warga ini berjenis kelamin betina dan saat ini berada di rumah salah seorang warga desa bernama Nikson Siahaan, dengan posisi terikat dan dijamin aman.

“Kami masih menunggu petunjuk dari Pemkab Tapteng karena katanya tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumut akan turun,” terangnya.

Sementara itu dokter hewan Iskandar sekaligus Kadis Pertanian Kabupaten Tapanuli Tengah, yang sudah pernah datang ke lokasi ketika diminta tanggapannya mengatakan, perlu untuk diselidiki apakah buaya yang tertangkap itu adalah buaya yang datang atau memang buaya yang sudah berkembang di Sungai tersebut.

“Saya sudah dapat infonya dari masyarakat bahwa buaya itu ada. Untuk itu  perlu diselidiki apakah buaya yang tertangkap itu adalah buaya yang bekembang biak di Sungai Sordang, atau buaya yang datang dari luar,” ujarnya.

Sebelumnya dokter hewan ini menyebutkan, tidak ada tanda-tanda di kawasan itu ada buaya. Hal itu berdasarkan tanda-tanda dan hasil penelitiannya. (RED)