Kapolres Sibolga Batu Bayi Penderita Hidrosefalus

oleh
Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja saat mengunjungi bayi pencerita penyakit Hidrosefalus. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 20/2 (Batakpost.com) – Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hatorangan Hariandja menjenguk bayi penderita penyakit hidrosefalus di Jalan GM Panggabean, Kecamatan Pandan, Tapteng, tepatnya di depan Perumahan Komplek Satrad 234 Sibolga, Rabu, 20 Februari 2019.

Bayi penderita hidrosefalus bernama Afdun Hamdan Sihotang merupakan anak pertama dari Naswardi Sihotang dan Afsana Fyarka (22). Afdun Hamdan Sihotang masih berusia 2 bulan.

Tiba di rumah keluarga bayi itu, AKBP Edwin Hariandja langsung menyapa Afdun Hamdan yang terbaring di depan ibunya.

“Bang kuat ya Bang, nanti amangboru bantu supaya sembuh,” kata Kapolres Sibolga yang datang bersama Humas Polres, Ramadhan Sormin.

Terlihat bayi tersebut merespon panggilan Kapolres, dengan menggerakkan tangan dan kakinya. Bayi itu juga tampak tersenyum.

“Berarti Afdun Hamdan ini hula-hula saya, karena semarga dengan ibu saya. Jadi saya panggil Tulang Naposo lah. Cepat sembuh ya Tulang Naposo,” ucap Edwin.

Kapolres Sibolga mengungkapkan, kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moril serta doa untuk kesembuhan Afdun Hamdam.

“Mari kita berusaha dan berdoa supaya Afdun segera disembuhkan berkat doa dan usaha kita disini. Kami mohon dijaga tulang naposo kami ini. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, mujizat itu pasti ada selama kita berdoa dan memohon pertolongan kepada Tuhan,” ucap Kapolres seraya memberikan tali kasih untuk membantu biaya perobatan bayi itu.

“Semuanya kita adalah ciptaan Tuhan dan mulia dihadapan Tuhan. Sesama manusia harus saling membantu,” tambahnya.

Afsana Fyarka, ibu bayi, mengungkapkan, Afdun Hamdan lahir dengan operasi sesar pada tanggal 3 Desember 2018 di rumah sakit Meta Medika.

“Saat lahir, memang kepalanya sudah besar,” kata Afsana warga Lingkungan 3, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas itu. Afsana mengatakan sudah 1 tahun mengontrak rumah di jalan GM Panggabean, Pandan.

Afsana juga mengungkapkan bahwa mereka kesulitan biaya hidup untuk membawa bayi berobat ke Medan. (RED)