Seorang Istri Selingkuh dengan Mertua hingga Lahirkan Anak, Sementara Sang Suami Merantau ke Kalimantan

oleh
Lokasi dikuburkannya bayi hasil hubungan gelap Lediana dan ayah mertuanya. (Int)

Kupang, 5/2 (Batakpost.com)-Tidak ada kata maaf untuk berselingkuhan. Lebih-lebih berselingkuh dengan mertua sendiri.

Itulah yang di Kampung Nggalang, Manggarai, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Seorang perempuan bernama Lediana nekat berselingkuh dengan ayah mertuanya sendiri, sementara suaminya merantau ke Kalimantan.

Seperti dilaporkan Pos Kupang pada Minggu (3/2), yang lebih miris lagi, perselingkuhan itu menghasilkan seorang bayi.

Lediaa yang takut dan malu hubungan terlarangnya terbongkar, dia kemudian mengubur bayi tak berdosa itu sesaat setelah dilahirkan.

Untungnya, ada seorang bidang desa yang memergokinya.

Bidan bernama Erlin itu, juga warga desa, kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Manggarai.

Tak lama, polisi datang dan melakukan penggalian tempat bayi dikubur.

“Bayi malang yang dikubur Lediana usai melahirkan adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan ayah mertuanya,” ujar Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasat Reskri.

“Suami Lediana sedang berada di Kalimantan.”

Menurutnya, bayi itu dikubur dalam keadaan masih hidup.

“Artinya, ada tindak pidana sebelum dikuburkan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, apakah sang ibu melahirkan sendiri atau ada bantuan orang lain dan siapa ayah dari bayi tersebut, tentunya penyidik akan bekerja.

Lediana lantas ditangkap dan kini sedang menjalani pemulihan usai melahirkan.

Setelah diinterogasi, Lediana akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

Kemudian penyidik polisi membeberkan kronologi kejadian.

Pada Minggu (27/1) sore, Lediana melahirkan bayi hasil hubungan gelapnya pada pukul 20.00 Wita.

Setelah lahir, bayi itu langsung dikuburkan di rumah Florianus Pantu, warga Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara.

Florianus yang warga Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, tak lain dan tak bukan adalah mertua sekaligus selingkuhan Lediana.

Tapi kejadian itu diketahui oleh seorang warga bernama Lasarus Badur yang kemudian bersama-sama dengan bidan Erlin menanyai Lediana terkait hal tersebut.

Usai mengakui perbuatannya Erlin dan Lasarus melapor kepada pihak berwajib.

“Lasarus Badur, warga Nggalang, Desa Pong Lengor lalu melaporkan kejadian yang dilakukan Lediana kepada Polres Manggarai, Rabu (30/1),” ujar Kasubag Humas Polres Manggarai Ipda Daniel Djihu.

“Polisi telah melakukan tindakan berupa mengali kuburan sang bayi dimakamkan oleh sang ibu dan membuat laporan polisi.”

Atas laporan keluarga, tambahnya, polisi pun melakukan tindakan hukum.

Mengenai bagaimana sang bayi itu dibuang, Daniel mengaku sedang dalam proses penyelidikan.

Sang ibu yang melakukan perbuatan tersebut sedang menjalani perawatan medis.

“Kasusnya bagaimana dan bagaimana sampai terjadi akan ditangani penyidik,” papar Daniel. (suar.grid.id)