Ini Besaran Target KPU Untuk Partisipasi Pemilu 2019

oleh
Ketua KPUD Tapteng Timbul Panggabean (tengah) didampingi Dua Komisioner KPUD Tapteng saat memberikan penjelasan tentang target partisipasi Pemilu secara Nasional tahun 2019 kepada Relawan Demokrasi KPUD Tapteng. (batakpost.com/HAT)

Tapteng, 21/1 (Batakpost.com)- Untuk pelaksanaan Pemilu tahun 2019 ini, KPU menargetkan partisipasi pemilih secara nasional sebenyak 77,5%. Target tersebut naik sebanyak 2,5 persen dari partisipasi Pemilu tahun 2014 lalu. Demikian diungkapkan Ketua KPUD Tapanuli Tengah, Timbul Panggabean didampingi anggota KPU, Fery Yosha Nasution selaku Divisi Sosial dan Partisipasi Masyarakat.

“Salah satu pendulang jumlah partisipasi pemilih tahun 2019 ini dengan peran Relawan Demokrasi yang harus bekerja maksimal dengan menyisir 11 basis masyarakat. Dan kemarin saat Bimtek sudah kami tegaskan kepada para Relawan Demokrasi KPUD Tapteng, agar dengan sungguh-sungguh menjalankan tugasnya demi mengejar target pemilih tahun 2019 sebesar 77,2 persen,”sebut Timbul, Senin (21/1).

Dijelaskan Timbul, program Relawan Demokrasi dilatarbelakangi oleh partisipasi pemilih yang cenderung menurun. Dimana empat kali Pemilu Nasional terakhir dan pelaksanaan pemilukada di berbagai daerah menujukkan indikasi menurunnya jumlah partisipasi masyarakat.

“Pada Pemilu Nasional tahun 1999 pasca reformasi partisipasi pemilu kita cukup tinggi yaitu 92 persen. Tahun 2004 menurun menjadi 84 persen, 2009 menurun lagi menjadi 71 persen dan tahun 2014 naik menjadi 73 persen. Dan pada Pemilu 2014 ada perubahan yang menaik yakni 75 persen. Dan untuk tahun 2019 ini ditarget menjadi 77,2 persen,”terang Timbul

Ditanya apa penyebab menurunnya partisipasi masyarakat? Menurutnya, ada rasa jenuh dengan frekwensi penyelenggaraan Pemilu yang tinggi. Ketidakpuasan atas kinerja sistem politik yang tidak memberikan kualitas hidup. Mal-administrasi penyelenggaraan Pemilu. Serta melemahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pemilu sebagai instrumen transformasi sosial.

“Kita harapkan dengan adanya sistim pemilihan yang sudah berganti semakin menambah antusias masyarakat untuk ikut serta. Memang harus kita akui kalau diera Orde Baru, itu-itu saja pemimpinnya sehingga ada rasa jenuh bagi masyarakat. Tapi saat ini sudah ada batasan periode yakni hanya dua periode untuk kepala negara dan kepala daerah. Artinya sudah ada pilihan jika tidak puas dengan hasil kinerjanya. Untuk itu kami mengajak masyarakat agar aktif memberikan haknya yang sangat berharga itu untuk menentukan siapa pemimpin bangsa kita ini kedepan, karena pilihan sudah beragam baik itu untuk legislatif, tidak seperti dulu hanya ada tiga partai saja. Kami mengajak seluruh masyarakat agar berperan aktif menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu serentak nanti,”imbuhnya.

Senada dengan Timbul, anggota KPUD Tapteng, Fery Yosha Nasution selaku Divisi Sosial dan Partisipasi Masyarakat menekankan, bahwa hak suara rakyat Indonesia adalah sama, yaitu satu suara untuk satu orang.

“Hak suara kita sama dengan hak suara pejabat yaitu sama-sama satu suara. Inilah kesempata bagi kita untuk memberikan hak suara kita. Untuk itu jangan disia-siakan kesempatan berharga ini demi masa depan bangsa kita. Tanggal 17 April 2019 mari kita ramai-ramai datang ke TPS untuk memilih siapa pemimpin kita. Dan jangan ada rasa takut bahwa siapa yang kita pilih akan bocor kepada orang lain. Selagi kita menentukan pilihan di bilik suara dan tidak kita beritahukan kepada orang lain, maka hanya kita yang tahu siapa yang kita pilih. Karena proses pemilihan kita adalah langsung umum bebas rahasia. Mari kita sukseskan Pemilu 2019 ini dengan datang ke TPS. Dan bagi masyarakat yang belum terdaftar atau menghadapi masalah terkait Daftar Pemilih bisa berkoordinasi dengan kami di KPUD Tapteng, kepada PPK, PPS, dan juga kepada Relawan Demokrasi. Karena satu suara menentukan masa depan bangsa kita,”ajaknya. (RED)