Budaya Bona Taon Yang Menjadi Ciri Khas Organisasi Marga

oleh
Salah satu kegiatan di acara Bona Taon adalah, menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan di tahun-tahun sebelumnya. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 13/1 (Batakpost.com)- Sudah menjadi tradisi bagi Punguan Marga (perkumpulan marga) untuk menggelar syukuran awal Tahun Baru, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bona Taon (awal tahun). Kegiatan ini menjadi ciri khas yang sampai saat ini tetap dipertahankan oleh masing-masing organiasi marga.

Tidak ketinggalan Budaya Bona Taon ini tetap terjaga di Kota Sibolga- Tapteng sampai saat ini. Dimana pada hari Minggu ini (13/1) kegiatan Bona Taon cukup ramai dilakukan Punguan Marga.

Dalam tradisi Punguan Marga Batak, Bona Taon inilah menjadi kesempatan bagi pengurus dan anggota Punguan Marga untuk saling memaafkan atas segala kekurangan yang pernah dilakukan di tahun yang lalu.

Biasanya kegiatan Bona Taon dirangkai dengan acara Partangiangan. Dan sudah menjadi kewajiban dalam kegiatan Bona Taon ini digelar makan bersama sekaligus menikmati kue-kue Tahun Baru. Dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemilik rumah yang menjadi tuan rumah acara Bona Taon ini.

Salah satu Punguan Marga yang menggelar Bona Taon hari ini adalah Pomparan Raja Sonang Boru-bere-ibebere Pandan sekitarnya. Bagi Punguan Raja Sonang Pandan sekitarnya, kegiatan Bona Taon diselang-selingi dengan kegiatan Natal.

“Kalau tahun ini kami menggelar kegiatan Bona Taon, maka untuk tahun depan kami akan melaksanakan kegiatan Natal, demikian juga sebaliknya. Jadi sudah menjadi agenda tetap bagi kami Punguan Raja Sonang untuk melaksanakan kegiatan Natal dan juga Bona Taon secara bergantian,”terang Bapak Raymon Samosir selaku Ketua Raja Sonang Pandan, Tapanuli Tengah, Minggu (13/1).

Acara Boan Taon sebagai ungkapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan atas penyertaan Tuhan dapat melalui tahun yang lama. Dan sekaligus meminta tuntunan Tuhan agar dalam memasuki tahun yang baru, Tuhan tetap menuntun dan memelihara. (HAT)