Ada Rumah Pintar di KPU Tapteng, Apa Manfaatnya?

oleh
Ketua KPUD Tapteng Timbul Panggabean bersama komisioner KPUD lainnya, foto bersama dengan mahasiswa dan undangan yang menghadiri peluncuran 'Rumah Pintar' KPUD Tapteng. (batakpost.com/HAT)

Tapteng, 27/12 (Batakpost.com)- Guna untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait Pemilu dan juga tahapan serta tata cara memilih, KPU Tapanuli Tengah menghadirkan ‘Rumah Pintar.’ Acara peluncuran Rumah Pintar KPU ini dilangsungkan di kantor KPUD Tapteng, di Jalan Marison No7, Kecamatan Pandan, Kamis (27/12).

Menurut Ketua KPUD Tapteng, Timbul Panggabean, rumah pintar itu diluncurkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan.

“Rumah pintar ini dimaksudkan sebagai semacam perpustakaan, yang diharapkan bisa dimanfaatkan semua pihak, terutama pemilih pemula baik itu pelajar dan mahasiswa yang ingin mengetahui tentang kepemiluan,” kata Timbul Panggabean.

Dijelaskannya, Rumah Pintar pemilu akan menjadi pusat informasi pemilu dan pendidikan untuk menjadi pemilih cerdas. Di rumah pintar pemilu akan ditampilkan literasi terkait pemilu, dan juga informasi latar belakang calon yang dipilih serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pemilu.

“Pemilu dilaksanakan untuk memilih pemimpin yang akan mengisi jabatan struktural di Negara. Kalau dalam pemilu kita memilih pemimpin yang tidak benar, maka produk yang dihasilkan juga akan tidak benar,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Timbul, KPU membuat jargon ‘pemilih berdaulat Negara kuat’. Pemilih berdaulat akan memilih berdasarkan hati nurani, literasi, rekam jejak calon, bukan berdasarkan uang atau karena kedekatan semata.

Timbul juga berharap dengan adanya ‘Rumah Pintar’ ini mampu menciptakan khasanah baru kepada pemilih untuk mendapatkan informasi tentang kepemiluan, sehingga diharapkan mahasiswa bisa menjadi agen untuk menyampaikan informasi tentang kepemiluan.

Acara ini dihadiri sejumlah mahasiswa, perwakilan Bawaslu Tapteng, serta petugas penyelenggaraan kecamatan. Acara juga ditandai dengan pengguntingan pita dan pemutaran film dokumenter sejarah pemilu di Indonesia.

Sementara itu, Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Tapteng, Feri Yosha Nasution berharap mahasiswa yang hadir pada acara itu dapat menjadi duta KPU dan mampu melawan politik uang. (RED)