Begini Hasil Kinerja BI Sibolga Selama Tahun 2018

oleh
Peneliti Senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Djoni Hartono saat menyampaikan hasil kinerja BI Sibolga tahun 2018. (batakpost.com/HAT)

Sibolga, 18/12 (Batakpost.com)-Dari asil penelitian yang dilakukan Peneliti Senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Djoni Hartono menyebutkan, hasil kinerja Bank Indonesia Sibolga mengalami peningkatan ditahun 2018.

Hal itu terlihat dari berbagai sektor, diantarnya, pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja BI Sibolga yang meningkat. Pertumbuhan Non Performing Loan (NLP) Perbankan yang meningkat yang dibuktikan dari dana pihak ketiga, dan juga inflasi yang terjaga dengan baik, ditambah dengan kredit dan meningkat.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Suti Masniari Nasution disela sela acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang membahas Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan di Aula Bank Indonesia Sibolga, Selasa (18/12), mengakui bahwa apa yang diteliti tersebut menunjukkan peningkatan pekerjaan Bank Indonesia di 16 kabupaten/kota wilayah kerja BI.

“Jadi tujaun dari pertemuan tahunan BI ini adalah untuk mengevaluasi kinerja ekonomi tahun berjalan 2018 yang dilakukan BI Sibolga. Dari hasil evaluasi tersebut kinerja BI Sibolga meningkat meskipun ada hal-hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki ditahun 2019,”ujarn Suti.

Selain melakukan evaluasi terhadap kinerja BI Sibolga terang Suti, kegiatan itu juga bertujuan sebagai akuntabilitas BI kepada publik. Dimana BI sebagai bank central wajib menyampaikan arah kebijakan BI ke depan seperti mempertahankan stabilitas nilai rupiah, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan koordinasi dengan 16 daerah wilayah kerja BI Sibolga.

“Tahun 2019 kami harus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak diwilayah kerja BI Sibolga, termasuk meningkatkan inovasi dan kreativitas seperti memproduksi sesuatu yang bisa mengurangi neraca defisit kita. Tapi itu tidak bisa dilakukan BI sendiri harus ada sinerginitas semua pihak termasuk kontribusi daerah wilayah kerja BI Sibolga,”ungkapnya.

Guna peningkatan sinergitas dengan wilayah kerja BI Sibolga, Suti menyebutkan ditahun 2019 pihaknya akan blusukan guna melihat hal apa yang dapat dikembangkan di daerah masing-masing, karena setiap kabupaten/kota pasti berbeda potensinya.

“Jadi saya ingin membuat langkah kongkrit tidak sebatas bertemu dan diskusi lagi, melainkan langsung turun. Misalnya bagaimana supaya barang-barang modal yang dibeli itu benar-benar ditujukan untuk barang yang produktif. Kalau kita beli barang yang produktif maka multiplier effect nya pasti menggerakkan perekonomian masyarakat atau daerah tersebut. Hal-hal seperti itulah yang akan kita lakukan di tahun 2019 nanti,”sebutnya.

Turut juga hadir yang mewakili kepala daerah wilayah kerja BI Sibolga, seperti Wakil Walikota Padangsidimpuan, mewakili Bupati Tapteng, mewakili Bupati Taput, Tobasa, Samosir, Nias dan mewakili Walikota Sibolga serta perwakilan kepala daerah lainnya. (HAT)