oleh

Ini Kata Masyarakat Tentang Lagu ‘Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol’ Yang Viral

Lagu Bahasa Indonesia yang dipadu dengan Bahasa Batak dengan judul ‘Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol’ mendadak viral di media sosial. Viralnya lagu ini berkat banyaknya warga net yang membagikan culpikan video berbagai versi di media sosial.

Mulai dari video anak-anak, kumpulan anak muda, dan sampai pegawai turut memviralkan lagu tersebut. Namun dari hasil pantuan batakpost.com, rata-rata yang menyanyikan lagu ini kebanyak orang suku Batak.

Jika diamati dari lirik lagu tersebut menceritakan, bahwa peristiwa itu terjadi di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Berikut lirik syairnya:

Waktu abang pergi ke Siborong-borong

Datang hujan yang amat deras lah

Terkejut abang terheran – heran

Sebab abang belum pernah kesana

Untung datang namboru panjaitan

Martarombo kami di jalan

Diajaknya aku ke rumah dia

Makan daging anjing dengan sayur kol

Reff:Sayur Kol.. Sayur Kol..Makan daging anjing dengan sayur kol

Sayur Kol.. Sayur Kol..

Makan daging anjing dengan sayur kolBridge

Dari informasi yang diperoleh lagu ini dibawakan oleh ‘PUNXGOARAN.’ Nama group ini belum begitu dikenal, namun sejak lagu ‘Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol’ ini viral, nama group inipun banyak muncul di mesin pecari google.

Beragam tanggapan muncul dengan viralnya lagu tersebut. Bagi kalangan masyarakat yang tinggal di kawasan Tapanuli banyak yang menyambut baik lagu tersebut, walaupun ada juga yang mengkritik.

“Kalau saya menilai lagu ini adalah pengalaman pribadi penciptanya, karena liriknya berisikan realitas kuliner masyarakat Batak khususnya Batak yang beraga Kristen. Dimana kalau orang Batak Kristen masak sop, baik itu sop B2 (babi) atau B1 (anjing) selalu pakai sayur kol dan wortel. Namun pencipta lagu ini lebih menonjolkan sayur kol nya. Jadi ok..ok saja menurut aku. Dan pada bagian reffrain lagu ini ada keunikan sehingga orang suka menyanyikannya,”kata Marihot warga Tapteng yang mengaku senang dengan musik.

Sementara itu menurut Rinda warga Pandan, dirinya agak geli aja dengan lagu tersebut. Karena ada lirik lagunya yang pakai kata hewan, walaupun itu adalah realita.

“Mungkin bisa diganti kali ya liriknya dari daging anjing menjadi daging ayam, biar lebih nasional gitu,”ujarnya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed