GMKI dan Alumni Pertanian USU Sampaikan Rasa Duka

oleh
Pengurus GMKI Medan dan Sibolga serta para senior dan juga alumni fakultas Pertanian USU saat melayat ke rumah duka Rudi di Simpang Namira, Pandan, Selasa (11/12). (batakpost.com)

Tapteng, 11/12 (Batakpost.com)-Perbuatan baik akan selalu dikenang, sekalipun orangnya tidak alagi. Bahkan jarak dan tempat tidak menjadi penghalang bagi orang yang sudah merasakan kebaikan atas perbuatan yang dilakukan. Setidaknya itulah gambaran kebaikan yang disampaikan para pelayat yang memenuhi kediaman Rudi Lombantoruan korban jatuhnya pesawat Lion Air Air JT 610 yang jatauh tanggal 29 Oktober 2018 di perairan Karawang Banten.

Dari sekian banyak pelayat yang mengungkapkan kebaikan almarhum, alumni Pertanian dari USU Medan cukup jelas mengungkapkan sifat dan karakter almarhum Rudi selama menimbah ilmu di Fakultas Pertanian USU Medan.

“Sampai saat ini kami tidak menemukan kesalahan yang dilakukan rekan kami ini sejak di kampus dan juga saat ini. Dalam pergaulan sehari-hari, almarhum selalu berusaha untuk tidak menyakiti orang lain, baik itu dari perkataan dan juga sikapnya. Banyak hal yang kami tiru dan kenang dari sahabat kami Rudi ini. Namun seperti inilah kenyataan yang harus kita hadapi, untuk terakhir kalipun kita tidak bisa melihat jasatnya. Namun sebagai orang yang beriman, kita yakin bahwa dia (almarhum) sudah tenang bersama Tuhan,”kata Jhony Simatupang alumni Pertanian USU bersama dengan rekan-rekannya.

Hal senada juga disampaikan pengurus GMKI Cabang Medan yang turut hadir untuk menyampaikan duka bersama dengan BPC GMKI Sibolga dan para senior GMKI. Menurut mereka, bahwa penciptaan manusia adalah misteri. Demikian juga dengan kematian manusia, juga misteri yang tidak bisa ditebak kapan akan berakhir dari dunia ini.

Karena kehidupan ini adalah misteri, yang dibutuhkan sesungguhnya bukan berapa lama hidup di dunia ini, melainkan seberapa bergunanya hidup itu.

“Kami yakin keluarga dan kakak kami dapat kuat serta bangkit untuk melewati masa-masa pahit ini. Karena semuanya harus berlalu. Suka cita, duka cita, air mata dan kegembiraan pasti akan berlalu. Doa kami buat kakak dan adek kami yang dua orang yang ditinggalkan kakak Rudi bisa meneruskan cita-citanya,”katanya.

Pihak keluaga Rudi mengaku cukup bangga atas kehadiran teman alumni Rudi dari Fakultas Pertanian USU dan juga dari organisasi GMKI yang datang dari Medan dan Sibolga.

“Biarlah kebersamaan seperti ini selalu terpukuk sampai selama-lamanya. Kami bangga dan terharu atas kehadiran kalian yang sudah memberikan doa dan semangat kepada kami. Atas nama keluarga kami mohon maaf jika ada keselahan dari anak kami Rudi,”kata keluarga Rudi. (HAT)