Warga Simpang Lapas Minta DLH Segera Bertindak

oleh
Beginilah keberadaan tempat pembuangan sampah dadakan di Simpang Jalan Tukka yang mendapat protes dari warga. (batakpost.com/HAT)

Tapteng, 3/12 (Batakpost.com)- Warga yang berada di Simpang Lapas Tukka atau Jalan Prof M Hazairin merasa terganggu dan keberatan akibat adanya tempat pembuangan sampah dadakan di pinggir jalan tersebut. Keberadaan tempat pembuangan sampah dadakan itu sudah mendapat protes dari warga baik ke pihak kelurahan dan juga kepada petugas kebersihan sampah.

Salah seorang warga setempat Parsaoran Sinaga kepada wartawan menyampaikan, bahwa mereka atau warga yang tinggal di kawasan tersebut dikenakan retibusi sampah setiap bulannya. Namun kenapa ada pembuangan sampah di kawasan tersebut apalagi dipinggir jalan yang setiap hari dilintasi masyarakat.

“Kami mintalah kepada Dinas Lingkuhan Hidup untuk berkoodinasi dengan aparat setempat untuk mecari solusi tentang keberadaan tempat pembuangan sampah dadakan itu. Apakah memang diperkenankan lokasi itu menjadi tempat pembuangan sampah? Memang tempat itu kosong, tetapi tidak cocoklah kalau kawasan itu menjadi tempat pembuangan sampah. Mungkin bisa dicek langsung ke lokasi supaya kelihatan lebih jelas sampah apa saja yang ada di sana,”keluhnya, Senin (3/12).

Masih menurut Sinaga, hal itupun sudah pernah disampaikannya kepada pihak kelurahan, namun belum mendapat tanggapan hingga sekarang.

Hasil pantuan di lokasi menyebutkan, berbagai jenis sampah tampak berserakan dan sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap. Parahnya ternak warga sering mengais sampah di lokasi itu sehingga menganggu kenyamanan warga.

Masih menurut Sinaga, akibat tidak adanya tindakan atau larangan terkait tempat sampah dadakan itu, wargapun jadi seenaknya saja membuang sampah di lokasi tersebut. Seharusnya Dinas terkait bertindak segera dari pada tempat itu menjadi pembuangan sampah permanen dan akan merusak tatanan kota dan pemukiman warga.

“Kita harapkan lokasi itu dibersihkan dan dibuat larangan jangan buang sampah di pinggir jalan. Kami selaku warga siap jika aparat kelurahan mengundang warga untuk menyepakati larangan tersebut. Karena dampak dari tempat pemubangan sampah itu sangat dirasakan warga dan juga para pengguna jalan,”sebut Sinaga.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah ketika dikonfirmasi ke kantornya sedang keluar. Demikian juga dengan Kabid yang menangani sampah, juga tidak ada di tempat. (RED)